- Home
-
- Luar Negeri
-
- Rusia Larang Film Pembunuh...
Rusia Larang Film Pembunuh Berantai Karya Sutradara Iran
Kamis, 18 Mei 2023, 15:53 WIBKOPENHAGEN - Kemesraan Rusia dengan Iran terus berlanjut. Pasca pembelian drone kamikaze untuk invasi Moskow di Ukraina, dan akuisisi jet tempur Su-35 oleh Teheran, Kremlin baru-baru ini melarang film buatan sutradara Iran, "Holy Spider", untuk diputar di Rusia.
Dilansir oleh Radio Free Europe/Radio Liberty, Holy Spider dirilis di Rusia pada 11 Mei, tetapi kurang dari seminggu kemudian pihak berwenanng mencabut izin distribusinya.
Perwakilan dari distributor film tersebut mengkonfirmasi pada 16 Mei bahwa Kementerian Kebudayaan Rusia menangguhkan perilisan film pemenang Festival Film Cannes, yang mengisahkan sepak terjang seorangg reporter wanita Iran mengungkap kasus pembunuh berantai terhadap 16 PSK Iran itu.
"Mengandung informasi dan materi yang penyebarannya dilarang berdasarkan hukum dan undang-undang Federasi Rusia," bunyi pernyataan kementrian itu.
Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya hubungan militer dan ekonomi antara Rusia dan Iran dengan kedua rezim yang berkuasa saat ini terisolasi di panggung dunia.
Berterima kasih
Sementara itu, sutradara Holy Spider, Ali Abbasi, menanggapi larangan Rusia yang tidak jelas alasannya itu yang dikeluarkan hanya beberapa hari setelah rilis teatrikalnya.
"Dengan melarang Holy Spider, pemerintah Rusia membalas kebaikan sekutu mereka Republik Islam yang telah mempersenjatai militer Rusia untuk membunuh warga sipil tak berdosa di Ukraina," kata Abbasi kepada Deadline.
"Saya tidak tahu hukum seperti apa yang melarang Holy Spider di Rusia, tetapi menilai cara pers independen dan pembangkang diperlakukan di sana, rasanya seperti pujian bagi kami karena dilarang oleh para pelayan Putin".
"Kami para pembuat Holy Spider dengan tulus berterima kasih kepada kedua pemerintah atas upaya tak kenal lelah mereka dalam mempromosikan Holy Spider secara gratis. Tolong terus bekerja dengan baik," ujarnya.
Sedangkan produser Sol Bondy di One Two Films yang bermarkas di Berlin mengatakan, larangan itu adalah yang terbaru dari hambatan dan masalah sensor yang dihadapi oleh produksi.
"First Turkey mencegah kami untuk syuting film. Setelah Kementerian Luar Negeri Turki memeriksa dengan duta besar Turki di Teheran, kami harus memindahkan produksi ke Yordania," katanya.
"Sekarang Rusia memblokir distribusinya. Siapapun yang telah menonton film tersebut akan setuju bahwa film tersebut tidak menunjukkan sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan film thriller Eropa atau Hollywood mana pun dan bahwa realitas orang-orang di Iran saat ini jauh lebih buruk. Sangat menyedihkan bahwa negara dengan sejarah film yang kaya seperti Rusia telah sampai pada tahap ini," ujarnya.
- Rusia
- Iran
- Pembunuhan
- Kasus Pembunuhan
- Ukraina
- Vladimir Putin
- moskow
- PSK
- Perang Russia-Ukraina
- Perang Rusia-Ukraina
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Diduga Kejahatan Berantai, Polisi Buru Pembunuh Tiga Wanita di Berbagai Tempat Wisata Populer Meksiko
-
AS Siapkan Helikopter 'Kiamat' Jolly Green untuk Evakuasi Pejabat Tinggi Jika Terjadi Perang Nuklir
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Jangan Minum Es! Gubernur Kalsel Ingatkan Risiko Kesehatan bagi Jamaah Haji
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
James Handy, Aktor Veteran dalam Top Gun: Maverick dan Jumanji, Ditikam Hingga Tewas di Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.