Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati! 7 Kebiasaan saat Olahraga Ini Bisa Merusak Tubuh di Usia 30 Tahun ke Atas

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 16:22 WIB | Oleh:
Hati-hati! 7 Kebiasaan saat Olahraga Ini Bisa Merusak Tubuh di Usia 30 Tahun ke Atas Doc: Eat This Not That/Shutterstock
Ket. Ilustrasi

Olahraga memang menjadi salah satu aktivitas yang bisa menyehatkan tubuh. Namun, tak jarang orang-orang terjebak dalam kebiasaan olahraga yang bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Dampak buruk tersebut tentu mempengaruhi kesehatan tubuh, terlebih untuk orang di usia 30 tahun ke atas. Adapun kebiasaan tersebut, seperti memaksakan diri hingga mengabaikan pemanasan yang tepat, banyak dari kita yang melakukan beberapa kesalahan umum dalam hal kebugaran.

Seorang pelatih pribadi sekaligus ahli gizi, Rose McNulty membagikan tujuh kebiasaan olahraga yang dapat merusak tubuh, terutama bagi yang berusia 30 tahun ke atas. Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan ini dan memasukkan latihan alternatif ke dalam rutinitas, Anda akan meningkatkan peluang untuk tetap sehat dan aktif di usia 30-an, 40-an, dan seterusnya.

Dilansir dari Eat This Not That, berikut sejumlah kebiasaan olahraga yang buruk dan dapat merusak tubuh.

  1. Memaksakan tubuh berolahraga secara berlebihan

National Academy of Sports Medicine (NASM) mengungkapkan bahwa mendorong tubuh terlalu keras untuk berolahraga tanpa istirahat yang cukup dapat menyebabkan cedera, kelelahan, penurunan motivasi, masalah pencernaan, dan lainnya.

Itulah mengapa menemukan keseimbangan antara menantang tubuh Anda dan memberikannya waktu untuk pulih sangatlah penting.

"Berapapun usia Anda, latihan yang berlebihan adalah pembunuh kemajuan yang bahkan dapat menyebabkan cedera," kata McNulty.

"Jika Anda tidak memasukkan waktu istirahat dan waktu untuk mengurangi beban ke dalam rencana latihan Anda, Anda mungkin akan merasa terlalu lelah atau tidak lagi melihat kemajuan meskipun sudah berlatih dengan keras-ini bisa menjadi tanda-tanda latihan yang berlebihan," tambahnya.

  1. Melakukan latihan atau olahraga high impact secara berlebihan

Latihan atau olahraga high impact secara berlebihan dapat membebani persendian. Sebagai gantinya, gabungkan rutinitas Anda dengan aktivitas berdampak rendah seperti yoga, berenang, atau bersepeda untuk mengurangi ketegangan pada tubuh Anda dari waktu ke waktu.

"Aktivitas high impact seperti lari dan plyometrics membebani sendi Anda dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda beristirahat dengan cukup di antara jenis-jenis latihan ini, memperhatikan bentuk tubuh, dan sering mengganti latihan Anda untuk memastikan bahwa Anda tidak berlebihan dalam melakukan latihan pada satu kelompok otot," ujar McNulty.

  1. Melakukan olahraga yang sama setiap saat

Bukan rahasia lagi bahwa mengulangi latihan atau rutinitas olahraga yang sama setiap hari dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot dan kebosanan. Sebagai gantinya, variasikan latihan Anda dengan mencoba aktivitas baru atau mengganti rutinitas Anda setiap beberapa minggu.

"Usahakan untuk mengganti latihan Anda setidaknya setiap beberapa minggu sekali. Hal ini berlaku bagi mereka yang menyukai olahraga kardio ketahanan seperti lari atau mendayung, yang dapat menyebabkan cedera yang berlebihan jika Anda melakukan gerakan yang berulang-ulang setiap hari untuk waktu yang lama," ucap McNulty.

  1. Olahraga diiringi dengan pola makan yang buruk

McNulty mengatakan, berolahraga secara rutin tetapi diiringi dengan pola makan yang buruk tentu bukan hal yang baik. Sebab, kondisi tersebut bisa berdampak negatif terhadap kesehatan seiring berjalannya waktu, termasuk risiko lebih tinggi dari gangguan metabolisme dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya.

"Tidak peduli seberapa keras Anda berolahraga, Anda harus mengisi tubuh Anda dengan nutrisi yang tepat, seperti protein dan karbohidrat, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Itulah mengapa mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup banyak buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan lemak sehat sangat penting," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.