Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pita Limjaroenrat, Pemimpin Oposisi Muda Thailand Siap Jadi Perdana Menteri

📅 Senin, 15 Mei 2023, 13:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pita Limjaroenrat, Pemimpin Oposisi Muda Thailand Siap Jadi Perdana Menteri Doc: FRANCE24/AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA
Ket. Pemimpin Partai Move Forward dan kandidat perdana menteri Thailand Pita Limjaroenrat saat rapat umum di Bangkok.

BANGKOK - Tak banyak yang menganggapnya serius saat maju sebagai calon perdana menteri, tetapi pemimpin oposisi Thailand, Pita Limjaroenrat, tampaknya akan memainkan peran utama setelah para pemilih menolak pemerintahan yang didukung militer saat ini.

Setelah sebagian besar suara dari pemilu hari Minggu dihitung, partai radikal Move Forward yang mengusung Pita memimpin perolehan suara atas partai oposisi Pheu Thai.

Ini merupakan prestasi luar biasa bagi sebuah partai yang cikal bakalnya dibubarkan dan pemimpinnya dilarang berpolitik.

Pita berusia 42 tahun hadir secara dinamis di jalur kampanye, memanfaatkan masa muda dan energinya untuk menjangkau para pemilih yang kecewa dan mendambakan perubahan setelah delapan tahun pemerintahan yang didukung militer.

"Kita bersama-sama akan menulis ulang sejarah politik Thailand. Pilih Maju, Thailand berubah," katanya kepada para pendukung yang gembira di rapat umum terakhir MFP di Bangkok, Jumat (11/5).

Pemilu kali ini adalah yang pertama sejak aksi demontrasi pro-demokrasi yang dipimpin kaum muda meletus di seluruh Bangkok pada 2020 dengan tuntutan untuk mengekang kekuasaan dan pengeluaran raja Thailand, tuntutan yang melanggar tabu yang telah lama dipegang untuk mempertanyakan monarki.

MFP adalah satu-satunya pihak yang berjanji mereformasi undang-undang lese majeste, yang dikenal sebagai pasal 112 dalam hukum pidana Thailand.

Subjek yang sangat kontroversial dan sensitif telah lama dianggap sebagai hal yang tak tersentuh dalam politik Thailand.Bahkan saingan oposisi Pheu Thai mengatakan mereka akan menyerahkan masalah itu ke parlemen.

Tapi Pita tidak menghindar darinya, mengatakan kepada wartawan pad Minggu malam bahwa "apa pun yang terjadi, kami akan mendorong reformasi hukum lese majeste".

Ayah satu anak ini dianggap sebagai heartthrob politik, menginspirasi para pendukungnya.

Dididik di Selandia Baru dan Amerika Serikat, ia belajar di Harvard dengan beasiswa internasional, sebelum menjadi pengusaha.

Namun, setelah kematian ayahnya ketika dia berusia 25 tahun, Pita kembali ke rumah untuk menjalankan bisnis keluarganya yang terlilit hutang, membalikkan keadaan.Dia kemudian menjadi direktur eksekutif aplikasi transportasi dan pengiriman Grab Thailand.

Pada 2012 ia menikah dengan aktris TV Thailand Chutima Teepanat, dan memiliki seorang putri berusia tujuh tahun.Pernikahannya kandas pada 2019.

Putrinya tampil menonjol dalam kampanye, Pita membawanya ke atas panggung setelah pidato, yang sangat menyenangkan orang banyak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

24 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.