Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koalisi Seni Hadirkan Sistem Pemantauan Kebebasan Berkesenian

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 23:23 WIB | Oleh:
Koalisi Seni Hadirkan Sistem Pemantauan Kebebasan Berkesenian Doc: antara

Organisasi nirlaba Koalisi Seni didukung oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) meluncurkan sistem pemantauan kebebasan berkesenian yang mewadahi laporan kejadian pelanggaran kebebasan berkesenian yang dialami oleh seniman Indonesia.

Sistem dapat diakses melalui halaman website kebebasanberkesenian.id. Melalui sistem tersebut, seniman dan masyarakat dapat berkontribusi untuk melaporkan kejadian pelanggaran kebebasan berkesenian yang terjadi.

"Ketika mereka mengalami suatu kasus yang bisa dibilang masuk dalam kategori melanggar kebebasan berkesenian itu bisa mencatatkan kasusnya ke sini," kata Manajer Advokasi Koalisi Seni Hafez Gumay saat peluncuran sistem pemantauan kebebasan berkesenian di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu.

Hafez mengatakan Koalisi Seni memang belum dapat mendampingi pelapor secara langsung untuk menyelesaikan kasus. Akan tetapi setidaknya melalui situs tersebut, dia berharap seniman dan masyarakat dapat mencatatkan kasusnya.

"Dan kami bisa mendokumentasikannya dan mungkin merujuk mereka ke lembaga-lembaga yang mampu untuk membantu (masalah hukum)," kata dia.

Hafez menjamin kerahasiaan dan keamanan data dari pelapor dalam sistem pemantauan tersebut. Dia juga menegaskan bahwa data yang terkumpul tidak digunakan untuk mendiskreditkan pelapor.

"Bahwa ini semua (data laporan yang terkumpul) semata-mata untuk menunjukkan bahwa kondisi kebebasan berkesenian di Indonesia itu seperti apa," kata dia.

Hafez mengingatkan bahwa Indonesia telah meratifikasi UNESCO 2005 Convention on the Protection and Promotion of the Diversity of Cultural Expressions. Oleh sebab itu, Indonesia wajib melaporkan kondisi kebebasan berkesenian dalam Laporan Periodik Empat Tahunan.

Indonesia telah membuat laporan sebanyak dua kali pada 2016 dan 2020. Namun, terang Hafez, Indonesia tidak memenuhi kewajibannya untuk mencantumkan kondisi kebebasan berkesenian.

"Pada waktu itu alasannya adalah kita sebagai negara nggak punya datanya, kita nggak tahu situasinya seperti apa. Dan inilah yang kemudian bagi UNESCO, tidak mungkin suatu negara yang besar seperti Indonesia yang sudah cukup mapan pemerintahannya tidak memiliki data seperti itu," kata Hafez.

Atas dasar latar belakang tersebut, UNESCO menggandeng Koalisi Seni untuk membuat sistem pemantauan yang dapat membantu untuk mendeteksi kondisi kebebasan berkesenian di Indonesia.

Langkah tersebut dimulai dengan riset pendahuluan yang dilakukan oleh Koalisi Seni yang dimulai pada 2020. Riset tersebut berusaha memotret kondisi kebebasan berkesenian dalam rentang waktu selama 10 tahun terakhir sejak 2010 dengan menggunakan data sekunder yaitu media monitoring terkait kasus pelarangan kegiatan seni.

"(Kami) mendeteksi kasus-kasus apa saja yang diberitakan dan tentu saja ini cuma puncak gunung es. Dan ditemukan bahwa ada 45 kasus terjadi dalam rentang 2010 sampai 2020," kata Hafez.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.