Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DLH Palangka Raya Optimalkan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

📅 Senin, 08 Mei 2023, 16:24 WIB | Oleh:
DLH Palangka Raya Optimalkan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar Doc: ANTARA/Rendhik Andika
Ket. Petugas memasang garis polisi di lahan yang terbakar di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. ()

PALANGKA RAYA - Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memaksimalkan pelaksanaan gerakan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) di wilayah setempat.

"Gerakan PLTB tersebut sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan saat kemarau," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Ahmad Zaini di Palangka Raya, Senin.

Dia mengajak seluruh masyarakat "Kota Cantik" --sebutan untuk Palangka Raya-- dalam melakukan aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan tidak dengan cara membakar, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

Organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan kelurahan juga dapat melakukan pendampingan dan pengawasan dalam gerakan PLTBsertamelaksanakan sosialisasikepada masyarakat.

"Sebagian lahan di wilayah Kota Palangka Raya berupa gambut, sehingga perlu alternatif pengelolaan lahan yang dapat dilakukan selain dengan cara membakar," katanya.

Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya meminta pembukaan lahan dilakukan secara manual maupun menggunakan teknologi. Cara itu lebih menguntungkan karena sisa-sisa pembersihan lahan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk.

Dengan demikian, katanya, pembukaan dan PLTBdapat diintegrasikan untuk efisiensi dan optimalisasi.

Beberapa waktu lalu, DLH Palangka Raya juga menggelar pelatihan pembukaan dan pengolahan lahan tanpa bakar dengan sasaran para petani. Kegiatan itu sebagai upaya meningkatkan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga dan mengolah lahan masing-masing tanpa dibakar.

"Jadi, pembukaan lahan yang dilakukan lebih ramah lingkungan dan tidak berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau," kata Zaini.

Dia berharap, melalui program PLTB itu, lahan-lahan tidur yang di wilayah Palangka Raya dapat dimanfaatkan secara optimal dan berimbang yang artinya pemanfaatan lahan harus bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta tidak berdampak munculnya bencana kebakaran hutan dan lahan.

"Apalagi, seperti yang kita ketahui, karhutla sekitar 99 persen terjadi akibat ulah manusia. Untuk itu, mari kita bersama-sama mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan akibat karhutla," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Produksi Pertanian Sidrap M...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.