Sembilan Orang Tewas Ditembak di Sebuah Mal di Texas

Minggu, 07 Mei 2023, 23:54 WIB

TEXAS - Seorang pria melancarkan tembakan hingga menewaskan sembilan orang dan melukai tujuh lainnya di sebuah mal yang penuh pengunjung di Kota Allen, Texas, Amerika Serikat, pada Sabtu (6/5), kata kepolisian.

Penembak tersebut, yang diyakini pihak berwenang bertindak sendirian, terbunuh oleh seorang polisi setelah ia mulai memuntahkan peluru di mal Allen Premium Outlets, kata Kepala Kepolisian Allen Brian Harvey saat konferensi pers.

Ket. Foto: Pengunjung ke luar mal dengan tangan terangkat saat polisi menanggapi insiden penembakan di Allen Premium Outlets di daerah Dallas, yang menurut pihak berwenang telah menyebabkan banyak orang terluka di Allen, Texas, AS, Sabtu (6/5). — Sumber: ANTARA/Afiliasi ABC WFAA via REUTERS

Allen, kota yang berada di Negara Bagian Texas, dihuni oleh sekitar 100.000 orang.

Seperti dikutip dari Antara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Allan, Jon Boyd, mengatakan kepada pers bahwa sedikitnya sembilan korban luka-luka akibat tembakan dibawa para petugas ke rumah-rumah sakit. Dua dari sembilan korban itu meninggal dunia.

Sementara itu, Medical City Healthcare --organisasi yang mengelola 16 rumah sakit di wilayah tersebut-- mengatakan melalui pernyataan bahwa rumah-rumah sakit yang dikelolanya menangani delapan korban luka.

Kedelapan orang itu, kata Medical City Healthcare, berusia antara 5 hingga 61 tahun. Kondisi para korban itu tidak diungkapkan. Gambar-gambar yang direkam televisi dari udara memperlihatkan ratusan orang sedang berjalan keluar dari mal itu dengan tenang setelah kejadian.

Banyak di antara mereka berjalan sambil mengangkat tangan. Sejumlah polisi terlihat berjaga-jaga.

Percikan darah dapat terlihat di trotoar di luar mal itu, demikian pula kain-kain putih yang menutupi sesuatu, yang diyakini sebagai jenazah para korban.

Tragedi Mengerikan

Gubernur Texas Greg Abbott dalam pernyataan menyebut penembakan itu sebagai "tragedi mengerikan". Pemerintah negara bagian yang dipimpinnya itu siap memberikan bantuan yang diperlukan oleh otoritas setempat.

Penembakan massal menjadi insiden yang lumrah di Amerika Serikat. Sejauh ini pada 2023, sudah terjadi 198 penembakan massal, angka tertinggi dalam setahun sejak 2016, menurut Gun Violence Archive, organisasi penyedia data kekerasan dengan senjata api.

Organisasi nirlaba itu mengartikan penembakan massal sebagai penembakan yang menyebabkan sedikitnya empat orang terluka atau tewas, tidak termasuk si penembak.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya empat orang tewas, termasuk seorang anggota tim sepak bola Amerika SMA, dalam insiden penembakan yang terjadi saat pesta ulang tahun yang digelar di studio dansa di Dadeville, kota kecil di Alabama, AS.

Menurut polisi dan media setempat, selain korban tewas, 28 orang lainnya terluka, di antaranya dalam kondisi kritis pada penembakan yang terjadi sekitar 100 Km timur laut Montgomery, ibu kota negara bagian Alabama.

Pihak berwenang mengatakan, penembakan terjadi pada Sabtu malam pukul 22.30 waktu setempat, tidak lama setelah pesta dimulai, tapi menolak untuk memberikan keterangan lebih rinci selama jumpa pers pada Minggu.

"Kami akan terus bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam kasus ini, mencari fakta dan memastikan bahwa keadilan harus ditegakkan bagi pihak keluarga," kata Jeremy Burkett, seorang sersan dari Lembaga Penegakan Hukum Alabama.

Surat kabar The Montgomery Advertiser melaporkan satu dari empat tewas akibat penembakan itu adalah seorang pemain sepak bola Amerika yang ikut menghadiri pesta ulang tahun "Sweet 16" adik perempuannya.

Reuters tidak bisa mengonfirmasi informasi lebih jauh mengenai identitas tiga korban lainnya.

Pesta ulang tahun tersebut diselenggarakan di Mahagony Masterpiece Dance Studio yang sebelumnya adalah bangunan bank tua dan berlokasi hanya setelah blok dari kantor walikota Dadeville, kota kecil yang hanya berpenduduk 3.000 orang.

Pihak berwenang juga memberikan informasi mengenai siapa yang melakukan penembakan atau apakah tersangka ikut tewas atau telah ditangkap. Burkett hanya mengatakan bahwa tidak ada lagi ancaman terhadap komunitas setempat.

Biden menyebut meningkatnya kekerasan bersenjata di AS sebagai "sudah keterlaluan dan tidak bisa diterima", serta mendesak Kongres untuk mengeluarkan undang-undang yang membuat produsen senjata ikut bertanggung jawab atas kekerasan bersenjata tersebut.

Raymond Porter, Pengawas dari Tallapoosa Country Schools mengatakan dalam jumpa pers tersebut bahwa pihaknya akan memberikan penyuluhan di arena sekolah pada Senin dan meminta pendeta lokal itu membantu keluarga dalam menghadapi situasi.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkan anak-anak tersebut dan tidak melupakan fakta bahwa mereka adalah pihak yang paling terdampak dari situasi ini," kata Porter.

FBI, Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) serta penyidik dari kantor kejaksaan setempat juga sudah merespon insiden tersebut, menurut rilis dari lembaga penegakan hukum negara bagian.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.