Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Jumat, 05 Mei 2023, 10:14 WIB

JAKARTA - Pemerintah harus mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal. Terlebih lagi, setiap tahun ada 3-4 juta tenaga kerja baru di Indonesia. Mereka membutuhkan pekerjaan baru agar tidak menganggur.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, meminta pemerintah membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan cara mendorong investasi sebesar-besarnya. Langkah tersebut harus diikuti dengan memberikan insentif atau kemudahan investasi, membangun berbagai infrastruktur, serta memperluas kawasan kawasan industri.

Ket. Foto: SERAP TENAGA KERJA | Pekerja merakit smartphone OPPO Find N2 Flip di Production Line dan Quality Control Lab. OPPO Manufacturing, Tanggerang, Banten, Kamis (4/5), yang memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta perangkat per bulan. Pemerintah juga harus mendorong dan memberikan insentif untuk investasi padat karya mengingat sektor tersebut menyerap banyak tenaga kerja. — Sumber: KORAN JAKARTA/WAHYU AP

Dia menyampaikan itu sebab setiap tahun angkatan kerja kita bertambah kurang lebih 3 hingga 4 juta jiwa. "Mereka membutuhkan pekerjaan. Pemerintah harus menciptakan lapangan kerja untuk sekurang kurangnya 3 sampai 4 juta tersebut. Tidak mungkin terjadi kalau tidak ada investasi baru, tidak ada pabrik pabrik baru," tegasnya pada Koran Jakarta, Kamis (4/5).

Pemerintah, terangnya, harus memikirkan mereka yang saat ini belum bekerja. Jumlah mereka sangat besar. "Pemerintah harus mendorong agar ada pabrik pabrik yang baru berdiri, yang memperluas pabrik agar terus tercipta lapangan kerja baru," tandas dia.

Pemerintah juga harus mendorong dan memberikan insentif untuk investasi padat karya. Kendati di sektor padat karya ini Indonesia kurang menarik, salah satunya posisi dan peran serikat buruh yang sangat liberal.

"Hal itu tidak disukai investor," paparnya.

Soal penyerapan tenaga kerja lokal ini, anggota Komisi VI DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi pembangunan tahap satu Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Menurutnya, KITB yang merupakan Proyek Strategis Nasional diharapkan akan mendongrak perekonomian masyarakat khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, dengan adanya KITB, diproyeksikan dapat menyerap 282 ribu tenaga kerja. Sementara itu, kawasan ini berpotensi menyerap 130 ribu lapangan kerja pada tahap satu. Ia menilai lapangan kerja yang luas ini harus mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Batang.

"Ini bukan angka yang kecil dan harus dipersiapkan dengan matang. Tentunya saya berharap tenaga kerja ini wajib diutamakan yang dari Batang, Jawa Tengah. Jangan masyarakatnya hanya menjadi penonton, jadi mereka harus diutamakan dalam penyerapan tenaga kerja," ujar Evita.

Dirinya juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda) dengan stakeholder terkait dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal yang terampil dan kompetitif. "Harus ada perencanaan, jangan sampai ini dibuka baru dipersiapkan, harus ada pelatihan yang dilakukan kepada mereka," tegas Evita.

Kesempatan Setara

Anggota Komisi VI dari Fraksi PKB, Luluk Nur Hamidah, mengingatkan agar perusahaan memberikan kesempatan kerja yang sama antara laki-laki dan perempuan. Mengingat tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja masih rendah.

Luluk menyampaikan, masih ada gap kesempatan kerja antara laki-laki dan perempuan. Salah satu penyebab sulitnya perempuan Indonesia mendapatkan pekerjaan kelas menengah adalah karena mereka tidak memiliki akses ke pasar tenaga kerja. Ketika kesempatan perempuan ke dunia kerja lebih sedikit, dibanding laki-laki maka menimbulkan ketidaksiapan lingkungan dalam merespons kehadirannya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.