Percepat Atasi Kekerdilan Anak, Wapres Minta Koordinasi Antarlembaga Dibenahi Guna Turunkan Stunting
Kamis, 04 Mei 2023, 22:51 WIBBengkulu - Percepat atasi kekerdilan anak. Wakil Presiden (Wapres)Ma'ruf Amin meminta ada pembenahan koordinasi antar-lembaga, termasuk di Provinsi Bengkulu, agar dapat menurunkan prevalensistunting.
"Kadang juga karena kurang koordinasi antar-lembaga, jadi masing-masing jalan sendiri seperti di beberapa daerah saya lihat tidak sinkron, integrasi lembaga satu dan lain kita benahi," kata Wapres Ma'ruf Amin di Bengkulu pada Kamis.
Wapres Ma'ruf Amin adalah Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencatat kurang lebih 1 dari 4 balita Indonesia mengalamistunting.
"Kita terus verifikasi mana saja kabupaten yang ada kenaikan atau provinsi yang ada kenaikan dan penyebab-penyebabnya tadi misalnya pernikahan dini, itu akan terus dicari sebab-sebab (stunting)," ujar Wapres.
Dari penyebab-penyebabstuntingtersebut, kata dia, pemerintah akan melakukan intervensi sesuai dengan masalah-masalah di daerah.
"Saya beberapa kali melakukan peninjauan untuk mendapat laporan-laporan dan kita sesuaikan dengan rencana aksi kita dalam rangka penurunanstunting," kata Wapres.
Gubernur Provinsi Bengkulu Rohidin Mersyah mengklaim prevalensistuntingdi provinsi tersebut turun sebanyak empat persen dari 22 persen pada 2021 menjadi 18 persen pada 2022. Sedangkan prevalensistuntingdi Kota Bengkulu mengalami penurunan sebesar 9,3 persen, dari 22,2 persen pada 2021 menjadi 12,9 persen pada 2022.
"Kita harapkan (prevalensi stunting) di Provinsi Bengkulu di bawah 10 persen pada 2024 tapi memang akan ada (daerah) yang di atas 14 persen pada 2024, sementara hitungan kita (prevalensi stunting) 14 persen (secara nasional) itu bisa dicapai dengan berbagai variasi dari provinsi-provinsi itu," kata Wapres.
Gubernur Bengkulu Rohidin mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan sinkronisasi data untuk memastikan datastuntingmasing-masing kabupaten dan kota berdasarkan "by name, by addres, by picture".
"Kedua kita cari masing-masing penyebab dominanstuntinglalu kita turunkan perumusan penangananstuntinghulu hilir. Hulu intervensi adalah pernikahan dini sedangkan hilir intervensi untuk bayi dan anakstunting. Jadi kami koordinasi lintas sektoral, termasuk dengan TNI/Polri seperti program kunjungan ke dapur rumah tangga," kata Rohidin.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kolaborasi TNI AL dan Kemendukbangga/BKKBN Atasi Stunting di Kawasan Pesisir Muara Angke
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Warga Tolak Aktivitas Tambang di Kaki Gunung Slamet
-
Gubernur Sultra Serahkan 2.115 SK CPNS Lulusan IPDN dan PPPK
-
Akhirnya! IHSG Menguat, Pasar Modal RI Tersenyum Lebar
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
-
Polda Kepri Waspadai Peredaran Rokok Elektrik ‘Zombie’
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.