- Home
-
- Luar Negeri
-
- Lavrov: Upaya Barat untuk ...
Lavrov: Upaya Barat untuk Mengisolasi Rusia Gagal Total
Minggu, 30 Apr 2023, 08:01 WIBMOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Konferensi Global tentang Multipolaritas menyatakan bahwa upaya negara-negara Barat mengisolasi Rusia tidak akan pernah berhasil.
"Saya menyebutkan kegagalan total dari Barat untuk mengisolasi Rusia. Sebagian besar negara di dunia, di mana sekitar 85 persen populasi dunia tinggal, tidak ingin melakukan tindakan berbahaya untuk keuntungan bagi pengelola kota metropolitan bekas penjajah," kata dia kepada peserta Konferensi Global tentang Multipolaritas yang dilakukan secara daring dari Moskow pada Sabtu.
Ajang tersebut mengumpulkan lebih dari 100 pakar dari lebih dari 60 negara, termasuk dari Tiongkok, Brazil, dan India.
Lavrovmenyebut, satu-satunya alternatif untuk konfrontasi adalah menggabungkan kekuatan berdasarkan prinsip penghormatan terhadap kesetaraan dan kedaulatan semua negara.
Menurut Lavrov, pergerakan menuju multipolaritas global telah menjadi realitas geopolitik, dengan pusat global baru di Eurasia, wilayah Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, telah mencapai kesuksesan yang mengesankan.
"Pada saat yang sama, mereka dipandu oleh kepentingan nasional fundamental mereka, mengejar kebijakan independen dalam urusan dalam negeri dan luar negeri. Mereka tidak lagi ingin menjadi sandera permainan geopolitik orang lain dan pemenuhan keinginan orang lain," tambah Lavrov.
Menlu Rusia mencatat bahwa negara-negara berkembang non-Barat telah mencapai banyak hal dengan mengedepankan independensi, kedaulatan nasional, serta kekhasan budaya dan peradaban.
Selama 30 tahun terakhir, pangsa negara-negara G7 dalam pasar dunia telah menurun secara signifikan, sementara bobot pasar berkembang terus meningkat.
"Saat ini, setiap orang perlu mengakui bahwa sistem polisentris tata kelola global tidak dapat diubah. Adalah kepentingan semua orang untuk memastikan arsitektur multipolar tidak didasarkan pada keseimbangan akibat ketakutan, tetapi pada keseimbangan akan kepentingan," tegasLavrov.
Menlu Rusia tersebut menyoroti bahwa Tiongkok saat ini merupakan kekuatan ekonomi terdepan di dunia dalam hal paritas daya beli, dengan bijak menggabungkan mekanisme pasar dan metode peraturan negara, dan mengagumi upaya negara-negara non-Barat lainnya untuk membangun ekonomi yang tumbuh pesat dan berkelanjutan. Semua itu dinilai berkontribusi untuk membangun tatanan dunia baru berdasarkan hukum internasional yang diakui secara universal dan dialog yang saling menghormati di antara berbagai peradaban, agama, dan budaya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Djadoel Ahad Legi Ngawi Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kerakyatan Berbasis Budaya
-
Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha
-
US Open: Aldila Sutjiadi Melaju ke Perempat Final Ganda
-
JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU
-
Syukuran HUT Ke-81 RI di Surakarta, Kapolri: NKRI Merupakan Rumah Bersama
-
Kemenekraf Usul Kopi Pegunungan Dieng Jadi Tema Festival Tahun Depan
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.