Ekonomi AS Melambat Kuartal I-2023, Ancaman Resesi di Depan Mata?
Jumat, 28 Apr 2023, 13:00 WIBWASHINGTON - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat secara signifikan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Pelambatan tersebut terjadi di tengah pukulan ganda dari kenaikan suku bunga dan inflasi terburuk dalam beberapa dekade.
Departemen Perdagangan AS, Kamis (27/4) waktu Washington D.C atau Jumat (28/4) WIB, melaporkan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I-2023 tumbuh 1,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu atau year-on-year (yoy).
Capaian tersebut di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan AS pada kuartal I-2023 sebesar 2,0 persen. Bahkan, catatan tersebut jauh di bawah capaian pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan IV-2022 sebesar 2,6 persen.
"Ekonomi AS kemungkinan berada pada titik belok karena belanja konsumen telah melemah dalam beberapa bulan terakhir," kata Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial, seperti dikutip dari NBC News.
"Sifat backward (kemajuan yang kurang dari normal) dari laporan PDB mungkin menyesatkan pasar karena kita tahu konsumen masih berbelanja pada Januari tetapi sejak Maret, telah mundur karena konsumen semakin pesimis tentang masa depan," kata Roach.
Rilis PDB pada Kamis (27/4) tersebut adalah perkiraan "awal" Departemen Perdagangan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sequis Shepreneur Rayakan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
-
ShopeeVIP+ Resmi Diluncurkan, Sekali Langganan Dapat Akses Netflix dan Gratis Ongkir
-
Amerika Serikat Bakal Naikkan Biaya Visa Kerja H-1B hingga Rp1,82 Miliar
-
Basarnas Mengoptimalkan Semua Kekuatan dalam Pencarian Jurnalis Hilang di Krakatau
-
BMKG Catat 2.945 Hotspot di Sumatra, Ancaman Kebakaran Hutan Makin Serius
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
Andra Soni: Banten Siap Jadi Pionir Pelayanan Pertanahan Modern
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.