Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Mentah Dunia untuk Pengiriman Juni Anjlok

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Dunia untuk Pengiriman Juni Anjlok Doc: Antara.
Ket. Sumur minyak mentah dipompa ke permukaan di Monterey Shale, California, Amerika Serikat.

NEW YORK - Minyak mentah berjangka anjlok hampir empat persen pada akhir perdagangan, Rabu (26/4) waktu New York, Amerika Serikat (AS) atau Kamis (27/4) pagi WIB, memperpanjang penurunan tajam sesi sebelumnya, terseret kekhawatiran terus-menerus atas permintaan karena meningkatnya kekhawatiran resesi untuk ekonomi terbesar dunia itu.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, anjlok 2,77 dollar AS atau 3,59 persen menjadi menetap di 74,30 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni jatuh 3,08 dollar AS atau 3,81 persen, menjadi ditutup di 77,69 dollar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak mundur ke level sebelum pemotongan produksi sukarela oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya pada awal April.

Minyak WTI menemukan dirinya di bawah tekanan material meskipun laporan persediaan minyak oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) bullish pada Rabu (26/4/2023), kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.

"Pedagang fokus pada risiko resesi karena laporan terbaru dari First Republic Bank menunjukkan bahwa krisis perbankan di AS belum berakhir," tambah Zernov.

Persediaan minyak mentah komersial AS turun 5,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 21 April, berlawanan dengan ekspektasi pasar untuk penurunan sekitar 1,5 juta barel, menurut data mingguan yang dikeluarkan oleh EIA.

Stok bensin dan sulingan juga turun, masing-masing jatuh 2,4 juta barel menjadi 221,1 juta barel dan jatuh hampir 600.000 barel menjadi 111,5 juta barel, kata EIA.

"Pasar tampaknya lebih fokus pada resesi yang mungkin sedang berlangsung daripada beberapa statistik EIA saat ini yang umumnya cenderung bullish," kata Jim Ritterbusch dari konsultan Ritterbusch and Associates.

Investor juga khawatir atas potensi kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral yang memerangi inflasi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan energi di Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa.

Federal Reserve AS, Bank Sentral Inggris dan Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang. The Fed akan menggelar pertemuan pada 2-3 Mei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.