Pertanian Modern Atasi Cuaca Ekstrem

Rabu, 26 Apr 2023, 08:39 WIB

JAKARTA - Pemerintah mengajak generasi muda mengatasi cuaca ekstrem dengan terlibat aktif mendorong pertanian modern atau meninggalkan pertanian berpola tradisional.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan konsep smart farming ataupun green house yang kini mulai diterapkan petani milenial di sejumlah daerah. Mentan mengatakan konsep tersebut wajib dilakukan mengingat Indonesia terus dihadapkan pada cuaca ekstrem maupun krisis global.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Saya kira smart farming ataupun green house yang sudah menggunakan teknologi mekanisasi harus kita kembangkan bersama. Melalui cara itu, pertanian kita akan masuk pada pertanian modern," ujarnya melalui keterangannya saat menghadiri Reuni dan Silaturahmi Keluarga Besar Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/4).

Mentan mengatakan, saat ini pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal penting dalam meningkatkan skala usaha tani. Fasilitas permodalan tersebut bisa diakses siapa saja yang memiliki lahan dan petani yang memadai sebagai penerima KUR.

Dirinya menambahkan, pertanian adalah sektor paling strategis karena selama empat tahun terakhir terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian juga terbukti menjadi lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat Indonesia.

"Selama pandemi dan krisis global lainnya, pertanian tetap tumbuh meyakinkan dan mampu menjadi bantalan ekonomi nasional. Karena itu, pertanian adalah sektor yang paling strategis bagi setiap peluang usaha," katanya.

Terakhir, dirinya ingin Sulawesi Selatan jauh lebih maju dan menjadi pintu utama bagi kebutuhan pangan secara nasional. Sulawesi Selatan, kata dia, juga harus menjadi pemicu bagi tumbuh kembangnya ekonomi di seluruh daerah lainnya.

Seperti diketahui, fenomena cuaca ekstrem kian nyata terjadi. Sinar ultraviolet (UV) kategori ekstrem, Selasa (25/4), melanda sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di kawasan Timur dan Tengah.

Informasi yang dipublikasikan Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) melalui akun Instagram resminya, Senin (24/4), paparan sinar UV ekstrem matahari mulai pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari penjelasan di website Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sinar UV ekstrem ini merupakan tingkat bahaya terparah bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung. Diperlukan semua tindakan pencegahan karena kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dalam hitungan menit.

BMKG pada 20 Maret 2023 menyatakan fenomena perubahan iklim makin mengkhawatirkan. Kondisi ini dimulai sejak 2016 saat Indonesia mencapai kategori suhu terpanas selama periode 1981-2020. Kini, cuaca sangat panas pun terasa dalam beberapa hari terakhir, khususnya pada siang hari.

"Fenomena perubahan iklim makin mengkhawatirkan lho. Ini bisa dilihat dari maraknya bencana hidrometeorologi di dunia dan suhu udara yang lebih panas," dikutip dari akun Twitter BMKG.

BMKG mencatat 10 kota terpanas di Asia sebagian besar ada di Myanmar dan India.Terbaru, pemerintah Thailand mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem dan mengimbau warganya tak keluar rumah.

Krisis Pangan

Senior Campaign Strategist Greenpeace International, Tata Mustasya, menegaskan fenomena ini menunjukkan ongkos krisis iklim yang sangat mahal, salah satunya bakal berdampak terhadap krisis pangan dan kenaikan harga pangan.

Dampak lanjutannya, kata dia, ialah kenaikan harga pangan yang salah satunya disebabkan krisis iklim ini akan berdampak lebih besar bagi kelompok rentan, seperti kelompok berpendapatan rendah dan miskin.

Kenaikan harga dan krisis pangan ini memiliki dampak kemanusiaan, sosial, ekonomi, dan politik yang sangat besar.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.