Penguatan Kesetaraan Gender, Ganjar Pranowo: Perempuan Harus Berani Maju dan Berdaya
Minggu, 23 Apr 2023, 08:00 WIBPurbalingga - Penguatan kesetaraan gender. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak para perempuan di wilayah setempat untuk berani maju dan berdaya dalam rangka mendukung program kesetaraan gender.
"Perempuan harus maju, harus makin berdaya," kata Ganjar Pranowo usai acara gelar griya di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu.
Gubernur menambahkan, Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April mengingatkan pentingnya program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
"Untuk mewujudkan program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, maka perempuan harus diberikan ruang, caranya denganaffirmative action," katanya.
Ganjar menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terus menggencarkan berbagai strategi pengarusutamaan gender dan menjadikan program tersebut sebagai fokus utama dalam pemerintahannya.
"Perempuan harus menunjukkan peran mereka dalam pembangunan, mengisi kursi-kursi strategis di pemerintahan," katanya.
Ganjar juga menilai bahwa perempuan memiliki gaya kepemimpinan dan gaya pengambilan keputusan yang khas.
"Biasanya perempuan memiliki gaya kepemimpinan dan gaya pengambilan keputusan yang tenang dan komprehensif," katanya.
Sementara itu, Pemprov Jateng, hingga saat ini juga terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi mengenai program kesetaraan gender kepada seluruh masyarakat.
"Dalam konstruksi sosial, laki-laki dan perempuan itu tidak ada bedanya. Kalau perempuan melahirkan dan menstruasi itu memang kodrat, tapi kalau mengurus anak, memasak, mengepel lantai dan lainnya, itu peran bersama antara laki-laki dan perempuan," katanya.
Edukasi semacam itu, kata Ganjar, diperlukan agar masyarakat memahami bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam mengisi pembangunan.
Sementara itu, senada dengan Ganjar Pranowo, Anggota Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah juga mengatakan mengenai perlunya kebijakan yang memuat perlakuan khusus untuk mencapai keseimbangan gender dalam jenjang kepemimpinan perempuan di ranah publik.
"Perlu adanya pemahaman baru dalam masyarakat dan kebijakan yang memuat perlakuan khusus atauaffirmative actionuntuk mencapai keseimbangan gender," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BEI Tekan Big Caps Buka Saham: Free Float 15% Bukan Lagi Opsional
-
Kasad Maruli Simanjuntak: Pembangunan Jembatan Simbol Kehadiran Negara
-
Telkom Bekali 260 Perempuan UMKM Keterampilan AI untuk Bisnis Digital
-
Kali Cipulir Meluap, Debit Air Meningkat Tajam Sebabkan Banjir
-
Comeback Gila! Hangtuah Jakarta Bungkam Satya Wacana di Kandang Sendiri
-
BPKN Akan Cek Operator Telekomunikasi Terkait Registrasi Biometrik
-
Sembahyang Thian umat Tridharma di Gorontalo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.