Jepang Komitmen Tingkatkan Tenaga Angin Lepas Pantai 45 GW Tahun 2040

Minggu, 23 Apr 2023, 17:15 WIB

Jepang telah meluncurkan putaran lelang publik kedua untuk memilih operator untuk empat area baru yang mampu menghasilkan 1,8 GW tenaga angin lepas pantai. Jepang ingin memasang hingga 10 GW kapasitas angin lepas pantai pada tahun 2030 dan hingga 45 GW pada tahun 2040.

Kelompok Tujuh negara telah sepakat untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan setelah pertemuan dua hari mereka di Sapporo, Jepang utara, dan berjanji untuk secara kolektif meningkatkan kapasitas angin lepas pantai sebesar 150 gigawatt (GW) pada tahun 2030 dan kapasitas tenaga surya menjadi lebih dari 1 terawatt.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Di satu sisi, Menteri Keamanan Energi Grant Shapps mengungkapkan, Inggris ingin mengambil bagian dalam pengembangan tenaga angin lepas pantai Jepang. Adapun keinginan tersebut akan dilakukan dengan berbagai opsi mulai dari partisipasi perusahaan-perusahaan energinya hingga menyediakan pembiayaan dan asuransi.

"Saya pikir masukan Inggris (di Jepang) mungkin adalah perusahaan-perusahaan energi, sisi fisiknya tetapi juga sisi keuangannya, mekanisme keuangan, asuransi, konsultasi pengetahuan teknis," kata Shapps, dikutip dari Reuters, Selasa (18/4).

Sebelum KTT energi dan iklim G7 di Sapporo, Shapps menghabiskan beberapa hari untuk mendiskusikan kemungkinan kerja sama dengan pemerintah dan industri Jepang, katanya.

Shapps tidak secara khusus menyebutkan lelang tenaga angin lepas pantai tetapi mengatakan bahwa ada "area kerja sama yang sangat luas antara Inggris dan Jepang" dalam pengembangan tenaga angin lepas pantai.

Ia juga mencatat bahwa target yang ditetapkan oleh G7 untuk pembangkit listrik tenaga surya dan angin lepas pantai adalah "secara keseluruhan" untuk kelompok tersebut.

"Ini tidak dipecah menjadi beberapa negara dan saya menduga bahwa beberapa negara akan mencapai target yang lebih tinggi dari input komparatif secara keseluruhan, sebagian karena faktor geografi atau tempat yang lebih berangin," ujar Shapps.

Seperti diketahui, tenaga angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dihasilkan dari energi kinetik angin. Energi angin dapat diubah menjadi energi listrik melalui turbin angin atau generator angin yang mengubah energi kinetik menjadi energi mekanik dan kemudian menjadi energi listrik.

Keuntungan dari tenaga angin antara lain sumbernya yang melimpah, ramah lingkungan, tidak memproduksi emisi gas rumah kaca atau limbah berbahaya, serta dapat dipasang di berbagai lokasi yang terpencil atau di lepas pantai.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.