Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kesalahpahaman Mengenai SPF pada Sunscreen, Pelajari Sebelum Terlambat

📅 Kamis, 20 Apr 2023, 11:00 WIB | Oleh:
Kesalahpahaman Mengenai SPF pada Sunscreen, Pelajari Sebelum Terlambat Doc: Tymonko Galyna/Shutterstock
Ket. Ilustrasi.

Sebagai penduduk di negara tropis yang akrab dengan musim kemarau, Anda pasti pernah dengar tabir surya atau sunscreen dan embel-embel SPF yang menyertainya.

Sunscreen merupakan produk perawatan kulit yang digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang berbahaya, seperti sinar ultraviolet (UV). Sementara SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor.

SPF pada sunscreen menunjukkan seberapa lama kulit terlindungi dari sinar UV yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan terkena kerusakan sel kulit.

Meski begitu, banyak kesalahpahaman mengenai arti SPF pada sunscreen. Banyak yang mengira bahwa SPF berkaitan dengan waktu paparan sinar matahari.

Misalnya, banyak konsumen percaya bahwa jika mereka biasanya terkena sengatan matahari dalam satu jam, maka tabir surya SPF 15 memungkinkan mereka bertahan di bawah sinar matahari selama 15 jam tanpa terbakar sinar matahari.

Menurut Food and Drugs America (FDA), asumsi ini tidak benar karena SPF tidak berhubungan langsung dengan waktu paparan matahari, melainkan dengan jumlah paparan matahari.

Menurut Steven Q. Wang, direktur bedah dermatologi di Memorial Sloan Kettering Cancer Center yang berlokasi di New Jersey, AS, menerangkan angka SPF memberitahu Anda berapa lama radiasi UV akan membuat kulit Anda memerah saat menggunakan sunscreen versus jumlah waktu jika Anda tidak mengenakan sunscreen.

Jadi idealnya, dengan SPF 30, Anda membutuhkan waktu 30 kali lebih lama untuk terbakar daripada jika Anda tidak memakai tabir surya.

Dalam kondisi ideal seperti di laboratorium, Wang menjelaskan tabir surya dengan perlindungan SPF lebih tinggi dan cakupan spektrum luas menawarkan lebih banyak perlindungan terhadap radiasi matahari, kerusakan UVA, dan kerusakan DNA dibandingkan produk sejenis dengan nilai SPF lebih rendah.

Tapi, kehidupan nyata tidak seperti laboratorium. Dalam kehidupan nyata, produk dengan SPF yang sangat tinggi seringkali menciptakan rasa aman yang palsu.

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa angka SPF yang tinggi membuat kulit mereka terlindung ketika berada di bawah sinar matahari langsung. Mereka mungkin melewatkan penerapan ulang.

Mereka mungkin berpikir bahwa mereka tidak lagi perlu mencari tempat berteduh, memakai topi atau menutupinya dengan pakaian. Mereka akhirnya mendapatkan lebih banyak kerusakan UV, yang tentu saja mengalahkan tujuannya.

Padahal, bagi orang yang memiliki riwayat atau risiko tinggi terkena kanker kulit, penyakit genetik seperti albinisme atau xeroderma pigmentosum atau gangguan kekebalan tubuh tertentu, SPF 50 mungkin tidak cukup.

Faktor Lain

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.