- Home
-
- Megapolitan
-
- Bogor Dorong Asupan Gizi u...
Bogor Dorong Asupan Gizi untuk Anak
Senin, 17 Apr 2023, 04:00 WIBBOGOR - Para orang tua didorong untuk memenuhi asupan gizi anak secara seimbang guna mencegah stunting(kekerdilan pada anak) di kemudian hari. "Karena salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang. Jadi bukan jumlah makan, tapi pola makan, terutama asupan protein hewani. Telur sehari cukup satu butir," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor, Anas Resmana, Sabtu (15/4).
Dia mengatakan ini dalam acara Pesantren Kilat Ramadan (PKR) di Gedung DPRD Kota Bogor. PKR ini diinisiasi Komunitas Wartawan Jabodetabek bekerja sama unsur pondok pesantren dan didukung berbagai perusahaan. Anas menyarankan agar setiap anak mengonsumsi satu butir telur setiap hari untuk menghindari stunting. Sebab, telur mengandung omega seperti daging ikan.
"Ikan mengandung omega. Jadi, makanan yang paling enak adalah ikan yang ada telurnya. Sebab mengandung omegayang tidak dimiliki daging. Daging ada omeganya, tapi kecil-kecil," ujarnya.
Anas menuturkan untuk mencegah stunting juga pola asuh yang baik untuk anak. Menjaga perasaan anak agar tetap bahagia.
"Tidak bahagia bisa menyebabkan penurunan pertumbuhan badan. Kalau anak normal seharusnya senang. Anak bisa pendek, kalau hidupnya banyak tidak senang," katanya. Kini, DPRD dan Pemkot Bogor terus berkomitmen menekan angka stunting. Sebab dua tahun terakhir, angka stunting meningkat dari 16 persen menjadi 18,7 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi Kota Bogor di atas rata-rata.
Sementara itu, BKKBN minta seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda) bergerak cepat membelanjakan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita untuk percepatan penurunan stunting. "Segera belanjakan anggaran yang sudah dialokasikan untuk percepatan penurunan stunting," harap Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo.
Dia khawatir kalau belanjanya pada bulan Agustus, akan bertepatan dengan diukurnya balita stunting yang juga diselenggarakan pada bulan Agustus. Jadi, kalau sampai kini belum belanja, repot. Hasto minta agar pemda menggunakan data BKKBN karena sudah tersusun secara by name by adress agar intervensi percepatan penurunan stunting tepat sasaran.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa, Proyek PLTS 100 GW Mulai Dipacu
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Bantah Isu Ambruk, Menkeu Purbaya Siap Gebrak Konferensi Pers APBN KiTa Rabu Depan
-
Ekonomi Jadi Prioritas, Pemerintah Jepang Ogah Batasi Konsumsi Energi
-
Jelang Kesepakatan Damai, Kapal Tanker Iran Melewati Zona Blokade AS
-
Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tak Alami Deindustrialisasi
-
IHSG Hari Ini Menghijau, Pasar Bertaruh pada Meredanya Konflik AS-Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.