Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

56 Warga Sipil Tewas dalam Bentrokan Tentara-Paramiliter Sudan

📅 Minggu, 16 Apr 2023, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
56 Warga Sipil Tewas dalam Bentrokan Tentara-Paramiliter Sudan Doc: AFP/Ashraf Shazly
Ket. Panglima Angkatan Darat Sudan Abdel Fattah al-Burhan.

KHARTOUM - Bentrokan antara tentara Sudan dan paramiliter di ibu kota Khartoum berlangsung hingga Minggu (16/4) dini hari, menewaskan sedikitnya 56 warga sipil dan melukai hampir 600 orang.

Menurut saksi, ledakan dan tembakan terdengar di jalan-jalan Khartoum yang sepi, setelah paramiliter mengklaim telah menguasai kantor kepresidenan, bandara Khartoum, dan fasilitas vital lainnya.

Tentara membantah klaim tersebut. Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, angkatan udara Sudan mendesak warga untuk tetap tinggal di dalam rumah karena serangan udara terhadap pangkalan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) terus berlanjut.

Sebelumnya jet tempur terlihat terbang di atas kepala.

Jendela-jendela berguncang dan gedung-gedung apartemen berguncang di sejumlah tempat di Khartoum selama bentrokan, menurut koresponden AFP. Ledakan terdengar Minggu pagi.

"Jumlah total yang tewas di antara warga sipil mencapai 56 orang," kata Komite Sentral Dokter Sudan, kelompok medis pro-demokrasi independen. Ada puluhan orang mati di pihak pasukan keamanan tetapi mereka tidak termasuk dalam jumlah korban baru.

Komite mengatakan telah menghitung sekitar 600 orang terluka termasuk beberapa di antaranya pasukan keamanan, banyak korban tak dapat dilarikan ke rumah sakit karena kesulitan bergerak selama bentrokan.

Maskapai penerbangan Arab Saudi Saudia mengatakan sebelumnya, salah satu pesawatnya "rusak akibat tembakan".

Bakry (24) yang bekerja di bagian pemasaran, mengatakan, penduduk Khartoum "belum pernah melihat yang kerusuhan seperti ini", yang meninggalkan asap hitam di atas ibu kota.

"Orang-orang ketakutan dan berlari pulang. Jalan-jalan kosong dengan sangat cepat", kata Bakry.

Kekerasan meletus setelah berminggu-minggu ketegangan yang semakin dalam antara pemimpin militer Abdel Fattah al-Burhan dan wakilnya, komandan paramiliter Mohamed Hamdan Daglo, atas rencana integrasi RSF Daglo ke dalam tentara reguler.

Integrasi tersebut merupakan elemen kunci dialog untuk menyelesaikan kesepakatan yang akan mengembalikan negara ke pemerintahan sipil dan mengakhiri krisis politik-ekonomi yang dipicu oleh kudeta militer 2021.

Dibentuk pada 2013, RSF muncul dari milisi Janjaweed yang dilancarkan oleh presiden Omar al-Bashir saat itu terhadap etnis minoritas non-Arab di wilayah Darfur barat satu dekade sebelumnya, yang memicu tuduhan kejahatan perang.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan "penghentian segera permusuhan" dan membahas cara-cara menurunkan ketegangan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.