Sorgum Bisa Dimanfaatkan untuk Kurangi 'Stunting' di NTT
Sabtu, 15 Apr 2023, 00:00 WIBJAKARTA - Pengembangan tanaman sorgum bisa menjadi lompatan untuk menurunkan tingkat masalah gizi kronis (stunting) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Produksi sorgum harus terus ditingkatkan sebagai bahan pangan alternatif pengganti gandum hingga beras.
Dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat (14/4), Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan sorgum bisa membantu menekan tingkat stunting di NTT karena sumber alternatif pangan itu mengandung nutrisi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu kebutuhan gizi pada anak.
Seperti dikutip dari Antara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menginstruksikan agar dilakukannya program diversifikasi pangan, yang salah satunya dengan pengembangan lahan dan hilirisasi sorgum di NTT.
"Jadi, pangan tidak hanya berfokus pada jagung, kedelai, dan beras. Jangan, tetapi ada diversifikasi lain yang bisa kita eksploitasi. Sorgum, yang kedua Sagu. Ini juga bisa sangat masif kita gunakan," kata Moeldoko.
Penanaman sorgum di lahan tandus dan marginal, kata Moeldoko, juga dapat memberikan peluang ekonomi baru bagi petani dan masyarakat setempat.
"Semua dari sorgum ini bermanfaat dan punya nilai ekonomi tinggi. Untuk itu, pemerintah siapkan off-taker-nya (penjamin pembeli) agar petani lebih semangat menanam sorgum dan bisa hidup sejahtera," kata dia.
Pengembangan Sorgum
Pemerintah, kata Moeldoko, telah menyusun peta jalan pengembangan sorgum di NTT dengan mempersiapkan lahan seluas 15.000 hektare pada tahap pertama, kemudian 50.000 hektare pada tahap kedua, dan 200.000 hektare pada tahap ketiga.
"Selain lahan, pemerintah juga sekarang sedang menyiapkan pembibitan atau benih sorgum nasional di Waingapu. Jadi empat puluh lima persen dari hasil panen sorgum digunakan untuk benih dan ditanam kembali," kata dia.
Pada 2023, Moeldoko menargetkan luas lahan sorgum dapat mencapai minimal 400 hektare di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelumnya, pada Rabu (12/4), Moeldoko bersama Bupati Sumba Timur melakukan panen raya sorgum pada lahan seluas 50 hektare yang dikelola oleh PT Sorgum Moelti Agriculture (SMA) di Waingapu.
Hasil Panen tersebut diperkirakan dapat menghasilkan 100 ton biji kering dengan 250 ton biji basah, yang berasal dari pemanfaatan benih sorgum varietas super 1.
Pada awalnya, luas lahan yang disiapkan PT SMA untuk penanaman dan pengolahan sorgum seluas 3.200 hektare. Namun, pada musim panen tahun ini, lahan yang dipakai sebesar 200 hektare, sedangkan lahan yang bisa dipanen sebesar 50 hektare dari 100 hektare yang tertanam.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Polandia Enggan Percepat Penerimaan Ukraina sebagai Anggota UE
-
Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H MUI
-
Trump Ingin Capai Kesepakatan Besar dengan Iran
-
BRIN Kembangkan Riset Monitoring Real Time Cegah Kecelakaan Kereta
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Cuaca Jakarta Hari Ini: Pagi hingga Siang Berawan Tebal, Sore Hujan Ringan
-
Tak Perlu Khawatir, Distan Pastikan Hewan Kurban di Aceh Besar Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.