Jepang-AS Sepakat Bekerja Sama Kembangkan Energi Panas Bumi

Sabtu, 15 Apr 2023, 16:02 WIB

SAPPORO - Jepang dan Amerika Serikat sepakat bekerja sama dalam mengembangkan energi panas bumi, salah satu sumber daya paling berlimpah di rangkaian pulau vulkanik ini.

Nota komitmen itu ditandatangani pada Sabtu (15/4) di sela-sela pertemuanG7 di kota utara Hokkaido.

Ket. Foto: Menteri Energi AS Jennifer Granholm (tengah) berbincang dengan rekan-rekannya sebelum sesi pleno dalam pertemuan para menteri G-7 tentang iklim, energi, dan lingkungan di Sapporo, Jepang, Sabtu, 15 April 2023. — Sumber: AP/Hiro Komae

Mata air panas Jepang yang terkenal mencerminkan aktivitas geotermalnya yang melimpah, tetapi spa dan resor yang di sekitarnya telah memperlambat upaya penggunaan sumber daya tersebut untuk menghasilkan listrik.

Pakta yang ditandatangani Menteri Energi Jennifer Granholm dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yasutoshi Nishimura menyebutkan bahwa energi panas bumi diakui sebagai "teknologi energi terbarukan yang dapat dikembangkan bersama oleh AS dan Jepang."

Ini panggilan untuk berkolaborasi dalam penelitian dan pengembangan serta pertukaran informasi dan dalam mengejar proyek panas bumi di AS, Jepang dan negara-negara lain.Ini salah satu dari serangkaian area di mana kedua negara berniat untuk berkolaborasi dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

"Prospek angin lepas pantai sangat besar. Prospek panas bumi. Kami sangat senang bermitra dengan Jepang dalam masalah-masalah semacam ini," kata Granholm dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada Jumat (14/4) menjelang pertemuan G-7.

Perjanjian tersebut tidak menentukan biaya yang diharapkan tetapi masing-masing pihak akan menanggung biaya yang terkait dengan kegiatan masing-masing.

Menambah lebih banyak tenaga panas bumi, memungkinkan Jepang untuk menyediakan 90% pembangkit listriknya dari sumber terbarukan, menurut perkiraan Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley.Itu berarti pengurangan 92% emisi gas rumah kaca negara itu, katanya dalam sebuah penelitian baru-baru ini.

Sejauh ini, kapasitas geotermal Jepang kurang dimanfaatkan: lusinan pembangkit listrik kecil beroperasi di mata air panas beruap yang tersebar di seluruh negeri, tetapi secara bersama-sama menyumbang kurang dari 1% dari total kapasitas pembangkit listriknya.

Baik Jepang maupun AS ingin mengekspor teknologi panas bumi.

Perusahaan Jepang berpartisipasi dalam proyek bersama untuk membangun pembangkit listrik panas bumi terbesar di dunia, di Sumatra, Indonesia, dengan listrik 320 gigawatt.

Tenaga biomassa dan panas bumi juga menyumbang kurang dari 1% dari kapasitas pembangkit AS, menurut Administraso Informasi Energi AS.

AS diperkirakan memiliki potensi panas bumi terbesar, menurut Institut Sains dan Teknologi Industri Nasional Jepang, diikuti oleh Indonesia dan Jepang.Tetapi Jepang menempati urutan ke-9 dalam kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi terpasang, sedangkan AS adalah pemimpin global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.