Sering Menguap dan Sakit Kepala saat Puasa? Ini Penyebabnya
Rabu, 12 Apr 2023, 10:45 WIBMenguap merupakan respon tubuh yang seringkali terjadi saat berpuasa. Kondisi ini dapat terjadi karena berbagai faktor.
Pakar diet dari Medcare Hospital Sharjah Uni Emirat Arab (UAE) Raghda Adi mengatakan, menguap termasuk saat berpuasa bukan semata lelah atau bosan. Menurutnya, menguap bisa menjadi tanda tubuh kekurangan oksigen.
Raghda menambahkan, selama berpuasa, tubuh mungkin mengalami penurunan kadar gula darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan otak menerima lebih sedikit glukosa, si sumber energi utama.
"Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah, dan tubuh dapat mengkompensasi kekurangan oksigen dengan menguap," kata Raghda, dikutip dari Khaleej Times, Rabu (12/4).
Selain menguap, terkadang orang yang berpuasa juga mengalami perut yang keroncongan. Kondisi ini disebabkan pergerakan gas dan cairan di sistem pencernaan.
Ia menjelaskan, saat berpuasa, perut dapat terus memproduksi cairan pencernaan. Tetapi karena tidak ada makanan untuk dicerna, perut dapat mengosongkan cairan ini dengan sendirinya.
Lebih lanjut, kata Raghda, hal tersebut dapat menyebabkan dinding lambung dan usus berkontraksi dan menghasilkan suara yang bahkan dapat didengar oleh orang lain atau kerap dikatakan sebagai perut keroncongan.
Menurut dia, bagi sebagian orang, puasa bisa menjadi pengalaman yang menegangkan. Stres bisa menyebabkan tubuh memproduksi kortisol, hormon yang bisa meningkatkan frekuensi perut keroncongan.
Bukan semata menguap dan perut keroncongan, orang yang berpuasa juga mengeluhkan terkena sembelit dan sakit kepala terutama di awal-awal puasa.
Kepala departemen nutrisi di RAK Hospital Ruba Elhourani mengatakan sakit kepala terjadi karena kurangnya konsumsi cairan di siang hari, asupan kafein di malam hari, dan perubahan pola tidur.
"Ketika seseorang tidak teratur dalam jam tidur dan makannya, pada akhirnya akan mengalami rasa lelah dan penat sepanjang hari," ujarnya.
Elhourani mengungkapkan, untuk mengatasi masalah ini, orang-orang bisa meningkatkan aktivitas dan asupan cairan sepanjang malam sambil menambahkan serat saat berbuka puas dan sahur.
"Untuk mengatasi sakit kepala, saya menambah cairan dan mengurangi kafein sambil menghindari lemak jenuh, gorengan, dan gula," tuturnya.
Sementara itu pakar endokrinologi Hala Youssef Hamdy yang sering mengalami sakit kepala mencoba untuk tidur lebih lama dan meningkatkan asupan air.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
TNI Dorong Pelestarian Pesisir di Ambon Melalui Aksi Tanam Pohon dan Mangrove.
-
Sinner Hentikan Langkah Djokovic, Tantang Zverev di Final Wimbledon 2026
-
Yura Yunita Hadirkan Series “Main ke Rumah”
-
Waspada, Penyakit Katup Jantung Berkembang Perlahan, Kenali Gejalanya Sejak Dini!
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.