• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kiat Mudah Menghindari Ter...

Kiat Mudah Menghindari Terjadinya Phising pada QRIS

Rabu, 12 Apr 2023, 20:42 WIB

JAKARTA - Baru-baru ini terjadi kejahatan phising memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard atau disingkat QRIS. Pelaku dipergoki melalui CCTV di masjid Nurul Iman Blok M dan masjid Kalibata City mengganti QRIS pada kotak amal.

IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, kejahatan siber QR Code bukanlah kejahatan baru di negara-negara maju. Namun untuk Indonesia kejahatan ini sedang naik daun dan merupakan salah satu metode phising yang sedang berkembang di tanah air.

Ket. Foto: QRIS — Sumber: ISTIMEWA

Ia menerangkan QRIS lahir sebagai jawaban atas banyaknya metode pembayaran digital di Indonesia. QRIS merupakan solusi menyatukan sistem pembayaran digital, sehingga transaksi dapat diawasi pemangku kebijakan.

"QRIS menggunakan teknologi QR Code yang mampu menyimpan data numerik, alphabet, Kanji, Kana, Hiragana, symbols, binary dan kode kontrol lain yang dapat dikodekan dalam satu gambar yang mengandung maksimum 7089 karakter alphanumerik," kata dia melalui siaran pers Selasa (12/4).

Seiring dengan berkembangnya teknologi, terlebih sejak masa pandemi, menyumbang tidak lagi harus menggunakan uang tunai, menyumbang non tunai dengan scan QR Code juga bisa dilakukan seperti dengan QRIS.

Untuk mendapatkan QRIS secara resmi wajib melalui proses yang cukup ketat. Seseorang atau perusahaan harus menjadi Merchant dari sebuah sistem pembayaran digital sebelum QRIS digenerate. "Lantas bagaimana cara phising QRIS ini dilakukan? Secara umum caranya semudah mengganti gambar QRIS pemilik sebenarnya dengan QRIS penipu?" katanya setengah bertanya.

Yudhi mengatakan penyalahgunaan QRIS dapat dilakukan melihat perkembangan di lapangan. Contohnya jual-beli-sewa akun QRIS beserta rekening penampung. Umumnya berasal dari Merchant yang sudah tutup usaha. Metode ini mirip dengan jual-beli-sewa akun Ojol yang sempat marak beredar.

"Metode ini sebenarnya mudah dideteksi, karena saat membayar akan muncul nama Merchant. Pastikan sebelum membayar kita membaca nama Merchant yang muncul di aplikasi dan sesuai dengan nama penerima," saran Yudhi.

Dengan menggunakan mesin pencari daring (online), dengan mudah didapatkan jasa pembuatan QRIS secara cepat dengan metode verifikasi yang lemah, hanya menyertakan Foto KTP dan Pose memegang KTP.

"Untuk mencegah terjadinya kejahatan QR Code tidak terbatas hanya pada QRIS di kotak amal. Kebetulan pelaku memilih kotak amal karena dianggap sebagai target empuk serta minim kecurigaan dan kebiasaan orang Indonesia yang suka menyumbang," kata dia.

Yudhi mengatakan di tempat lain, banyak pedagang memanfaatkan QRIS untuk mempermudah pembayaran. Mereka ini sasaran empuk para penjahat siber. Oleh karenanya ia menawarkan beberapa kiat pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari phising.

Jika menerima QR Code dalam pesan yang tidak diinginkan, hindari. Jika seseorang yang dikenal mengirimi kode melalui pesan teks atau media sosial, hubungi mereka untuk memastikan kode tersebut sah dan tidak diretas.

Sebelum mengklik, perlu memeriksa URL situs web untuk memastikannya terlihat asli dan tidak ada kesalahan ketik atau huruf yang salah tempat. Secara harfiah, waspadai tanda-tanda bahwa seseorang merusak QR Code fisik, seperti stiker yang diletakkan di atas kode asli.

Berhati-hatilah saat mengisi formulir online yang meminta informasi login, pribadi, atau keuangan dari situs web yang dinavigasi dari QR Code. Tidak memposting dokumen dengan QR Code di media sosial. Besar kemungkinan QR Code tersebut mengandung informasi rahasia terkait dokumen, misalnya nomor invoice.

"Yang tidak kalah penting, jika melakukan pembayaran, bertanyalah kepada penjaga apakah benar nama tujuan pengiriman sama dengan yang tertera pada tampilah hasil pemindaian QRIS yang muncul pada aplikasi pembayaran," kata dia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.