Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasihan, Produksi Ikan di Agam Berkurang Dampak dari Air Danau Tercemar

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 04:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasihan, Produksi Ikan di Agam Berkurang Dampak dari Air Danau Tercemar Doc: ANTARA/HO
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira.

Agam - Kasihan, produksi ikan air tawar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berkurang dari 3 ribu ton menjadi 900 ton setiap bulanakibat kondisi air Danau Maninjau tercemar sehingga keramba jaring apung banyak yang tidak beroperasi.

"Produksi ikan air tawar ini berkurang sejak akhir 2022 sampai Maret 2023," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira di Lubukbasung, Sabtu (8/4).

Ia mengatakan saat ini produksi ikan air tawar jenis nila dan mas sekitar 20-25 ton per hari dan sebelumnya mencapai 82 ton per hari.

Berkurangnya produksi ikan itu akibat kondisi air Danau Maninjau tercemar amoniak sisa pakan ikan, sehingga bibit ikan menjadi mati.

Dengan kondisi itu, keramba jaring apung banyak yang tidak diisi oleh para petani ikan di Danau Maninjau.

"Hanya sekitar 35 persen dari 23.359 petak keramba jaring apung yang beroperasi," katanya.

Ia mengakui produksi ikan itu pada umumnya berasal dari kolam air deras di sepanjang aliran sungai mengaliri air danau vulkanik itu.

Produksi ikan itu masih aman untuk konsumsi masyarakat di Agam dan sebagian dipasarkan ke kabupaten dan kota di Sumbar, Riau, Jambi dan lainnya.

"Harga ikan nila di pasaran saat ini mencapai Rp30 ribu per kilogram dan harga sebelumnya hanya Rp25 ribu per kilogram," katanya.

Ia menambahkan, untuk ikan laut masih tersedia dan produksi tergantung dengan kondisi cuaca.

"Apabila cuaca bagus, nelayan melaut untuk menangkap ikan dan apabila cuaca kurang bagus maka nelayan tidak melaut, sehingga berdampak dari produksi ikan air laut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.