Bappebti Godok Produk Baru Aset Kripto
Jumat, 07 Apr 2023, 13:51 WIBJAKARTA - Badan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sedang menggodok produk baru dari aset kripto dengan nama Sentra Dana Berjangka.
Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan bahwa produk baru tersebut ditujukan kepada calon investor yang ingin masuk ke perdagangan kripto namun masih takut dengan risiko yang akan dihadapi.
"Jadi yang khawatir dengan risiko maka kami carikan formulasi kebijakan yang memungkinkan adanya bauran dari aset kripto itu. Kita sebut dengan Sentra Dana Berjangka, kalau udah jadi kita ngobrol lagi apa itu Sentra Dana Berjangka," ujar Didid dalam acara soft launching Bitwewe di Jakarta, Kamis (6/4).
Didid menyampaikan, pembuatan produk ini sebagai upaya untuk meningkatkan transaksi pada aset kripto.
Menurutnya, selama ini pemain kripto masih banyak yang hanya ikut-ikutan karena sedang tren.
"Kami dengan Aspakrindo, sedang membuat produk-produk baru supaya lebih menarik bagi calon investor terutama yang investor pemula maupun yang risk avoider," kata Didid.
Ketua Aspakrindo Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, saat ini industri aset kripto masih didominasi oleh para trader pasif.
Oleh karena itu, perlu diciptakan produk-produk yang mampu mengakomodir kebutuhan pemainnya.
Selain itu, produk aset kripto yang ada di Indonesia saat ini berjenis spot trading atau pembelian/penjualan langsung aset seperti komoditas, saham, obligasi, atau aset kripto. Hal ini menyebabkan banyak trader aset kripto yang bermain di luar negeri.
"Kita perlu produk. Investor itu trading-nya di luar karena mereka terpaksa. Persoalannya adalah dia mau trading lebih dan Indonesia enggak bisa provide sehingga opportunity-nya hilang, mudah-mudahan pemerintah bisa bergerak cepat," kata Harmanda.
Laporan Bappebti mencatat total jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,99 juta orang hingga Februari 2023.
Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia juga meningkat yang mencapai Rp13,8 triliun pada Februari 2023.
Jumlah ini terus meningkat 13,7 persen dibandingkan pada Januari 2023 yang hanya sebesar Rp12,14 triliun.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Simak Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka untuk Wilayah DKI Jakarta Versi Muhammadiyah
-
Dana Otsus Tahap I 2026 Cair, Rp138,44 Miliar untuk Tiga Daerah di Papua Barat
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tundukkan Atletico dalam Laga Derby, Barcelona Menang Tipis atas Rayo
-
"Bawa Nama Saya untuk Proyek? Laporkan!" – Amuk Bupati Mimika ke Oknum Pencatut Nama
-
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Melaju ke Final Swiss Open 2026
-
Ekosistem Samsung Bespoke AI Teknologi Cerdas untuk Jadikan Rumah Tangga Lebih Efisien
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.