Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Besar yang Menantang, Indonesia Masih Butuh 9 Juta Talenta Digital

📅 Rabu, 05 Apr 2023, 23:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peluang Besar yang Menantang, Indonesia Masih Butuh 9 Juta Talenta Digital Doc: ANTARA/HO-KemenkoEkonomi
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam wisuda Universitas Budi Luhur, Rabu (5/4/2023).

Jakarta - Peluang besar yang menantang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia masih membutuhkan 9 juta talenta digital untuk memenuhi potensi ekonomi digital Indonesia sebesar 146 miliar dolar AS di 2025.

"Berbagai dukungan tentunya telah dilakukan Pemerintah untuk mempersiapkan para talenta digital Indonesia, di antaranya melalui program seperti Kartu Prakerja, Gerakan Nasional Literasi Digital,Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy,danSea Labs Academy,"katanya dalam wisuda Universitas Budi Luhur, Rabu.

Ia mengatakan saat ini nilai ekonomi digital Indonesia mencapai 40 persen dari nilai ekonomi digital di ASEAN yakni senilai 70 miliar dolar AS.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menjadi talenta digital juga perlu dilakukan untuk mempersiapkan Indonesia Emas pada 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan wisudawan dan wisudawati Universitas Budi Luhur memiliki berbagai pilihan lapangan pekerjaan, baik sebagai profesional, pendidik, maupun wirausaha.

Pemerintah juga telah memberikan berbagai dukungan agar angkatan kerja bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja, menumbuhkan lapangan kerja baru, menjaga kondusivitas usaha, serta memfasilitasi pembiayaan.

"Bagi para wisudawan yang ingin berwirausaha, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas, termasuk kredit di berbagai tingkatan secara terintegrasi," jelas Menko Airlangga.

Pengusaha pemula dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dengan jumlah kredit maksimum 10 juta untuk UMKM dan dengan bunga 3 persen.

"Jika sudah berkembang, pengusaha dapat melanjutkan dengan KUR Reguler, dan terakhir pembiayaan dengan kredit komersial," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.