Penularan Covid-19 Jelang Mudik Harus Diantisipasi

Kamis, 30 Mar 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - Masyarakat diingatkan untuk tetap mengantisipasi potensi penularan Covid-19 terutama menjelang aktivitas mudik Lebaran 2023. Antisipasi harus dilakukan karena hingga saat ini masih ada masyarakat yang terjangkit Covid-19.

"Masyarakat masih perlu mengantisipasi potensi penularan Covid-19," kata Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, usai memimpin Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu (29/3).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Covid19.go.id

Seperti dikutip dari Antara, Muhadjir menjelaskan hingga saat ini tidak ada edaran khusus yang menyangkut peraturan protokol kesehatan selama Ramadan dan Lebaran.

"Jadi semuanya sudah berjalan seperti biasa, tetapi saya mohon semuanya tetap menjaga kenyamanan, menjaga keamanan dan mengantisipasi kemungkinan tertular Covid-19," katanya.

Menko PMK menambahkan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis penguat atau booster masih tetap berlaku.

"Imbauan untuk menjaga protokol kesehatan di dalam transportasi publik juga masih tetap berlaku, tetapi untuk lebih dari itu seperti pemantauan kerumunan atau pemindaian atau pelacakan kesehatan saya kira tidak," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK, Nia Reviani, mengingatkan pentingnya meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster menjelang aktivitas mudik Lebaran 2023.

"Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan perlu berpartisipasi aktif meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster jelang mudik Lebaran," katanya.

Cegah Lonjakan Kasus

Nia Reviani menjelaskan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap diperlukan guna mencegah lonjakan kasus seiring adanya potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama aktivitas mudik Lebaran 2023.

"Mudik Lebaran merupakan tradisi penting bagi banyak orang untuk bertemu dengan keluarga dan kerabat. Namun, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi maka vaksinasi sangat diperlukan untuk mencegah risiko penyebaran virus Covid-19," katanya.

Vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster sangat diperlukan sebagai langkah positif dalam melindungi masyarakat dari risiko penularan Covid-19 serta meningkatkan efektivitas dari vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada Selasa (28/3),mengatakan telah menyesuaikan rekomendasi vaksinasi Covid-19 untuk fase baru pandemi.

Anak-anak dan remaja yang sehat mungkin tidak memerlukan suntikan vaksin, tetapi kelompok yang lebih tua dan berisiko tinggi harus mendapatkan dosis booster enam sampai 12 bulan setelah vaksin terakhir mereka.

Dikutip dari The Straits Times, badan itu mengatakan tujuannya memfokuskan upaya memvaksinasi mereka yang menghadapi ancaman terbesar penyakit parah dan kematian akibat Covid-19, mengingat tingginya tingkat kekebalan populasi di seluruh dunia karena meluasnya infeksi dan vaksinasi.

WHO mendefinisikan populasi berisiko tinggi sebagai orang dewasa yang lebih tua, serta orang yang lebih muda dengan faktor risiko signifikan lainnya.

Untuk kelompok ini, badan merekomendasikan suntikan vaksin tambahan baik enam atau 12 bulan setelah dosis terakhir, berdasarkan faktor-faktor seperti usia dan kondisi penurunan kekebalan.

Sementara itu, dikatakan anak-anak dan remaja yang sehat adalah "prioritas rendah" untuk vaksinasi Covid-19, dan mendesak negara-negara untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti beban penyakit sebelum merekomendasikan vaksinasi kelompok ini.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.