Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Akan Hadapi Tentangan dari Negara Maju

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Akan Hadapi Tentangan dari Negara Maju Doc: Istimewa

JAKARTA - Realisasi program hilirisasi, terutama di sumber daya alam (SDA), tak semudah yang dibayangkan. Pengembangan hilirisasi di Indonesia terkendala sejumlah tantangan mulai dari tentangan dari negara maju hingga masalah pembiayaan.

Dalam webinar Strategi Mencapai Target Investasi 2023 dengan Mendorong Hilirisasi yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (29/3), Deputi Bidang Hilirisasi Strategis Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putera mengungkapkan salah satu contoh tentangan yang dihadapi Indonesia adalah gugatan di WTO terkait larangan ekspor nikel.

"Kita mencoba untuk menjaga sustainability atau keberlanjutan dari bahan baku produk hilirisasi. Itu salah satu syarat apabila kita ingin membangun industri kita, namun saat ini kita lihat larangan ekspor kita mendapat tantangan di WTO. Ini hal yang tidak mudah yang harus kita selesaikan atau kita hadapi ke depan," katanya.

Heldy menuturkan tantangan serupa juga mungkin bisa muncul di masa mendatang menyusul rencana Indonesia untuk melakukan hilirisasi di berbagai komoditas sehingga diperlukan upaya mitigasi dan antisipasi.

"Kita lihat juga negara-negara lain, negara-negara maju terutama, mereka sudah membuat aturan atau kebijakan-kebijakan yang mulai membatasi kegiatan-kegiatan hilirisasi yang dilakukan negara berkembang termasuk Indonesia. Ini juga jadi satu tantangan," ungkapnya.

Di sisi lain, negara-negara lain juga disebut Heldy telah lebih dulu memberikan sejumlah insentif yang lebih baik untuk menarik investasi di sektor hilirisasi, khususnya terkait ekosistem kendaraan listrik. "Apabila kita tidak melakukan itu maka kita akan sulit bersaing atau menarik investasi di sektor hilirisasi ke Indonesia," imbuhnya.

Tantangan Utama

Salah satu tantangan utama yang juga dihadapi dalam pengembangan hilirisasi yakni dari sisi pembiayaan di dalam negeri yang masih sangat minim. "Kami sudah menyampaikan rekomendasi kami agar perbankan negara atau Himbara itu bisa mendorong lebih banyak lagi fasilitas keuangan pembiayaan untuk kegiatan hilirisasi," tuturnya.

Tak hanya itu, penguasaan teknologi pun menjadi faktor penting dalam pengembangan hilirisasi di samping pembiayaan yang tinggi. Terakhir, promosi dan kerja sama untuk menggaet minat investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.