Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat di Tengah Pulihnya Sentimen Pasar atas Sektor Perbankan

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat di Tengah Pulihnya Sentimen Pasar atas Sektor Perbankan Doc: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Ket. Seorang teller PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menghitung uang pecahan Rp100 ribu.

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Selasa (21/3) naik di tengah pulihnya sentimen pasar atas kekhawatiran krisis sektor perbankan.

Rupiah pada Selasa (21/3) pagi dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp15.350 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.360 per dolar AS.

"Rupiah berpotensi menguat terbatas oleh koreksi pada dolar AS dan pulihnya sentimen di pasar dari kekuatiran masalah seputar perbankan," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa (21/3).

Para pedagang kembali ke aset-aset berisiko setelah pengambilalihan Credit Suisse di Swiss oleh UBS yang didukung negara telah menghilangkan beberapa kekhawatiran akan meluasnya krisis perbankan sistemik.

UBS pada Minggu (19/3) setuju untuk membeli saingannya Credit Suisse senilai 3,23 miliar dolar AS, dalam merger yang dirancang otoritas Swiss untuk menghindari lebih banyak gejolak di grup perbankan itu.

Namun, sentimen pasar tetap rapuh karena investor berjuang untuk menentukan skala konsekuensi dari pukulan sektor yang dimulai dengan keruntuhan Silicon Valley Bank di Amerika Serikat, membatasi selera risiko dan memberikan beberapa dukungan pada mata uang safe-haven dolar.

Lukman mengatakan investor masih cenderung menunggu dan mencermati untuk mengantisipasi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau dewan kebijakan Federal Reserve AS pada Rabu.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Sentral AS atau The Fed diperkirakan akan bernada dovish dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps).

Menurut alat FedWatch CME, pasar memperkirakan peluang 26,2 persen bahwa Fed akan bertahan ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu (22/3), dengan peluang 73,8 persen untuk kenaikan suku bunga 25 bps.

Ia memperkirakan kurs rupiah bergerak di kisaran Rp15.300 per dolar AS hingga Rp15.400 per dolar AS.

Pada Senin (20/3) rupiah ditutup menurun 15 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp15.360 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.345 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.