Studi Ungkap Peta Distribusi Air di Dekat Kutub Selatan Bulan

Sabtu, 18 Mar 2023, 12:26 WIB

Sebuah studi menggunakan Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) yang telah dipensiunkan, berhasil menyatukan peta distribusi air di Bulan yang terperinci. Peta baru itu mencakup sekitar seperempat sisi permukaan bulan yang menghadap Bumi di bawah garis lintang 60 derajat dan meluas ke kutub selatan Bulan.

Penelitian ini memberikan petunjuk tentang bagaimana air dapat bergerak melintasi permukaan Bulan, terutama di dekat kutub selatannya, yang merupakan area penting untuk eksplorasi ruang angkasa. Para peneliti juga berhasil mengidentifikasi bagaimana air berhubungan dengan fitur permukaan di Bulan, menjauhi sinar matahari dan menyukai daerah dingin.

Ket. Foto: Distribusi air di Bulan. — Sumber: Dok. NASA

"Ketika melihat data air, kita benar-benar dapat melihat tepi kawah, kita melihat pegunungan individu, dan kita bahkan dapat melihat perbedaan antara sisi siang dan malam pegunungan, berkat konsentrasi air yang lebih tinggi di tempat-tempat ini," kata Bill Reach, direktur SOFIA Science Center di Ames Research Center NASA di Silicon Valley California, yang merupakan penulis utama studi tersebut.

Dengan peta data SOFIA dan data lainnya yang masih diupayakan NASA, Casey Honniball selaku asisten ilmuwan peneliti di NASA, mengatakan temuan ini akan memberikan informasi berharga untuk program Artemis tentang area prospek potensial tetapi juga memberikan konteks regional untuk misi sains di masa depan, salah satunya Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER). Robot bergerak itu akan mendarat di wilayah yang dipelajari SOFIA pada 2024, untuk memulai pencarian keberadaan es dan sumber daya potensial lain di Bulan.

Informasi yang diberikan Viper dalam misi 100 hari di Bulan itu diharapkan dapat menjadi masukan pengetahuan tentang asal usul dan distribusi air di Bulan. Juga membantu menentukan bagaimana cara memanen sumber daya Bulan itu untuk selanjutnya dimanfaatkan bagi eksplorasi ruang angkasa manusia di masa depan. NASA sendiri akan menggunakan data yang dikumpulkan VIPER untuk menunjukkan di mana es Bulan paling potensial ditemukan dan paling mudah diakses. Singkatnya, peta sumber daya air di Bulan ini akan menandai langkah maju bagi NASA untuk membangun kehadiran jangka panjang di permukaan Bulan melalui misi Artemis.

Sebagai informasi, air Bulan hadir di dalam tanah dan dapat ditemukan sebagai kristal es, atau sebagai molekul air yang terikat secara kimiawi dengan bahan lain. Para ahli sebelumnya mengungkapkan bahwa efek letusan gunung api di Bulan jutaan tahun lalu yang memicu uap air yang kemudian menghasilkan permukaan es. Misi SOFIA sebelumnya tentang jumlah dan distribusi air di permukaan Bulan yang diterangi Matahari berhasil melacak jejak cahaya air yang unik di Bulan.

Para peneliti membandingkan data yang diperoleh di sekitar kutub selatan Bulan dengan wilayah referensi yang relatif kering di dekat ekuator Bulan. Hal ini ditujukan untuk melihat bagaimana kelimpahan air berubah di kedua wilayah itu. Hasilnya ditemukan air dalam konsentrasi yang lebih besar di sisi bayangan kawah. Kondisi ini mirip dengan cara para pemain ski di Bumi mengetahui bahwa lereng yang menerima lebih sedikit sinar Matahari langsung, cenderung dapat menahan salju lebih lama. Ini menunjukkan geografi lokal Bulan memainkan peran penting dalam jumlah air yang ada.SOFIA sendiri merupakan pesawat jet Boeing 747SP yang dimodifikasi untuk membawa teleskop pemantul atau reflector.

Inovasi itu membuat pintu besar di badan pesawat tetap terbuka saat pesawat terbang, dan memungkinkan teleskop mengamati cahaya inframerah dari Bulan, planet, bintang, dan bahkan galaksi terdekat. Kemampuannya untuk terbang ke stratosfer pada ketinggian 38 ribu sampai 45 ribu kaki, menempatkan SOFIA di atas 99 persen atmosfer penghalang inframerah Bumi. Kemampuan ini memungkinkan para astronom mempelajari tata surya dan sekitarnya dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan teleskop berbasis darat.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.