Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ingin Jadi Pemain Besar di Pasar Kendaraan Listrik, Indonesia Bisa Manfaatkan RCEP

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Walaupun demikian, Indonesia masih bisa memanfaatkan RCEP sebagai lumbung investasi yang potensial.

Potensi RCEP sebagai Sumber Investasi dan Pasar Potensial

Indonesia dapat memanfaatkan potensi RCEP untuk membangun ekosistem EV berbasis baterai dalam negerinya.

RCEP merupakan kerja sama ekonomi regional antar negara-negara ASEAN dengan Australia, Cina, Selandia Baru, Jepang, dan Korea Selatan. Salah satu klausul yang diatur dalam kerja sama ini adalah mobilisasi investasi antar sesama negara anggota.

Cina dan Korea Selatan adalah pasar utama EV di kawasan RCEP. Dari 6,6 juta unit penjualan EV di tahun 2021, penjualan tertinggi terjadi di Cina (3,3 juta unit), diikuti oleh Eropa (2,3 juta) dan AS (630,000).

Ketika penjualan light-duty EV (untuk penumpang dan kargo) di seluruh dunia meningkat 70% selama 2021, Cina menjadi negara dengan penjualan tertinggi (86.000 unit), disusul Eropa (60.000) dan Korea (28.000) di posisi kedua dan ketiga.

Kendaraan listrik roda dua dan tiga juga didominasi oleh pasar Asia. Pemain utamanya adalah Cina dengan total penjualan sebanyak 9,5 juta unit dari total penjualan global yang sebesar 10 juta unit.

Kemudahan mengurus surat keterangan asal barang (SKA), serta pemberian tarif preferensi dalam skema RCEP dapat menjadi daya tarik bagi produsen EV maupun baterai listrik global. Apalagi, cadangan nikel dan kobalt yang digunakan sebagai bahan baku baterai listrik sangat melimpah di Indonesia.

Dengan memanfaatkan RCEP, Indonesia berpeluang untuk tak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, namun juga investor potensial.The Conversation

Hasran, Researcher, Center for Indonesian Policy Studies

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.