Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diminta Hati-hati, Kemenkes: Waspadai Penipuan Satu Sehat Via Pesan WA

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diminta Hati-hati, Kemenkes: Waspadai Penipuan Satu Sehat Via Pesan WA Doc: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Ket. Ilustrasi: Warga memperlihatkan aplikasi SatuSehat Mobile di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (1/3/2023).

Jakarta - Warga diminta hati-hati, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang memanfaatkan informasi pembaruan perangkat lunak aplikasi SatuSehat via nomor WhatsApp(WA).

"Baru-baru ini kami menerima laporan penipuan lewat nomor WhatsApp berisi linkupdateSatuSehat Mobile. Nomor WhatsApp tersebut mengatasnamakan Kemenkes," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Kamis.

Pesan yang disampaikan berisi pemberitahuan kepada pengguna untuk memperbarui aplikasi SatuSehat, tapi tautan tersebut justru mencuri kata sandi atau data yang tersimpan di ponsel pengguna.

"Diketahui WhatsApp penipuan itu bernomor +6285961004844," katanya.

Nadia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati bila menerima pesan dari nomor tersebut. Bahkan boleh jadi pengirim pesan penipuan itu menggunakan banyak nomor.

"Sebagai upaya pencegahan, seluruh masyarakat Indonesia jangan sampai membuka link mengaku SatuSehat dari nomor yang tidak dikenal dan tidak terverifikasi centang hijau. Sebab secara prosedural, kami tidak pernah mengirimkan linkupdatesecara personal melalui WhatsApp," katanya.

PembaruanSatuSehat Mobile diproses secara otomatis atau manual melalui PlayStore atau AppStore. Sementara untuk nomor WhatsApp Kemenkes adalah 0811 10 500 567 dengan centang hijau.

Nadia menambahkan aplikasi SatuSehat sempat mengalami kendala di hari peluncuran perdana pada awal Maret 2023. Hal itu terjadi karena gangguan login bagi sebagian pengguna yang tidak mendapatkan OTP.

"Masalah itu terjadi karena adanya peningkatan akses atau trafik aplikasi secara bersamaan. Saat ini kendala terkait itu berangsur normal dengan dikeluarkannya versi terbaru (5.2.1)," katanya.

Sementara itu bila terjadi kendala lebih lanjut, pengguna diminta untuk menyampaikan keluhannya melalui WhatsApp 0811 10 500 567, email [email protected], atau Direct Message di media sosial SatuSehat Mobile, di Twitter @SATUSEHAT dan Instagram @satusehat_id.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.