Petani Magelang Dilatih Buat Biosaka Sebagai Nutrisi Alami Tanaman

Selasa, 14 Mar 2023, 17:56 WIB

Magelang - Para petani dari sejumlah desa di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mendapat pelatihan membuat biosaka dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang di Magelang, Selasa, menjelaskan biosaka merupakan metode pertanian ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai nutrisi alami bagi tanaman.

Biosaka pertama dicoba tahun 2006 oleh petani dari Blitar Muhamad Anshar.

Biosaka adalah bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan yang diketahui mampu melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan mampu menekan penggunaan pupuk mencapai 50 hingga 90 persen.

"Biosaka itu bukan pupuk, biosaka merupakan salah satu elisitor atau jaringan atau penguat jaringan bahwa tanaman itu memerlukan hormon-hormon untuk tumbuh," katanya.

Ia menyampaikan biosaka digalakkan oleh Kementerian Pertanian mulai tahun 2022 setelah biosaka itu ditemukan seorang petani muda dari Blitar tersebut.

Melalui penelitiannya ternyata bermacam tanaman atau rumput ternyata bisa memberikan efek tumbuh untuk suatu tanaman, salah satunya dedaunan atau tanaman-tanaman sekitar wilayah tempat tinggal masing-masing bisa menumbuhkan banyak hormon.

Menurut dia biosaka di Kabupaten Magelang sebenarnya sudah dilakukan di balai penyuluh pertanian (BPP) beberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Secang yang sudah mengaplikasikan untuk tanaman cabai.

Berdasar pengalaman teman-teman PPL Secang, katanya mendapatkan hasil patek yang sering menyerang tanaman cabai berkurang, kemudian virus bule juga bisa terkendali.

"Kemudian saya sendiri yang tadinya tidak percaya biosaka itu, namun setelah saya praktikkan untuk budi daya anggur ternyta setelah dua minggu menggunakan biosaka anggur bisa berbunga walaupun sebelumnya itu menggunakan buster itu tetapi tidak bisa," katanya.

Ia menjelaskan menggunakan biosaka dengan kandungan tertentu yang sudah ada aturannya bisa untuk meminimalisir penggunaan pupuk kimia, berarti beralih kembali ke alam.

Redaktur: andes

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.