Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Lalai! Minum Air Putih Yang Cukup dan Batasi GGL Cegah Penyakit Ginjal Kronik

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Lalai! Minum Air Putih Yang Cukup dan Batasi GGL Cegah Penyakit Ginjal Kronik Doc: antara
Ket. Ilustrasi - ginjal.

Jakarta - Ahli gizi dari PT Kalbe Farma Tbk Airin Levina, S.Gz mengatakan, mencegah penyakit ginjal kronik dapat dilakukan dengan minum air putih yang cukup dan membatasi konsumsi gula, garam, serta lemak (GGL).

"Air putih harus cukup, minimal dua liter per hari atau setara dengan delapan gelas air minum. Tapi kalau sehari-harinya di lapangan, panas-panasan, maka harus ditambah karena ada cairan yang keluar dalam bentuk keringat," kata Airin dalammedia briefing"Jaga Ginjal untuk Masa Depan" di Jakarta, Jumat (10/3).

Sementara untuk untuk konsumsi gula, Airin mengatakan batas maksimalnya adalah 50 gram atau setara 4 hingga 5 sendok makan per hari.

"Tapi, waspadai jugahidden sugar.Kita makanfast food, soft drinkdan minuman lain termasuk kopi yang ditambah gula dancreamer, itu juga gula, harus dibatasi," ujarnya.

Sementara untuk garam, Airin mengatakan batasannya adalah satu sendok teh per hari. Konsumsi garam dalam waktu panjang dan berlebihan akan menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu pencetus penyakit ginjal kronik.

Sedangkan untuk lemak, pilihlah lemak yang baik untuk tubuh berupa lemak jenuh dan Omega 3, dan Omega 6.

Selanjutnya, Airin mengatakan bahwa pencegahan penyakit ginjal kronik juga dapat dilakukan dengan mencukupi kebutuhan gizi secara seimbang mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, hingga serat.

Di sisi lain, jika seseorang sudah mengalami gangguan ginjal tahap pra dialisis, maka ia harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai seberapa banyak kebutuhan air yang harus diminum.

"Kalau pra dialisis, ada yang airnya dibatasi, ada juga yang tidak perlu, tentunya kita lihat lagi kemampuan tubuhnya dan aktivitasnya seperti apa. Jadi harus konsultasi," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan orang yang mengalami gangguan ginjal kronik tahap pra dialisis maupun dialisis juga tetap harus membatasi gula, garam, dan lemak.

Kemudian, Airin juga mengingatkan ada perbedaan soal kebutuhan protein bagi orang sehat, pasien pra dialisis, dan pasien yang sedang menjalani dialisis.

"Kalau yang sehat butuh 0,8-1 gram protein per kilogram berat badan per saji, kalau pra dialisis 0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per saji, kalau sudah dialisis butuh lebih banyak protein karena ada protein dalam darah yang terbuang selama proses cuci darah, ada yang mengatakan 1,2-1,5 gram per kilogram berat badan per hari," ujar Airin.

Begitu juga dengan kalori, Airin mengatakan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.