Semoga segera Ditemukan, Kepala BNPB Minta Prioritaskan Cari Warga Hilang di Longsor Natuna
Kamis, 09 Mar 2023, 00:23 WIBJakarta - Semoga segera ditemukan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meminta kepada tim gabungan mulai dari BASARNAS, BPBD, TNI, Polri dan relawan untuk memprioritaskan pencarian warga terdampak longsor di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Suharyanto mengatakan sebanyak 35 warga masih dinyatakan hilang, dan diduga masih tertimbun material longsoran dengan kedalaman hingga 4 meter.
"Bagi 35 warga yang masih dinyatakan hilang ini kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk ditemukan," ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu.
Suharyanto memastikan bahwa personel tim satgas gabungan akan ditambah, mengingat medan cakupan yang terdampak tanah longsor cukup luas dan memerlukan lebih banyak lagi anggota.
Di samping itu BNPB dan Basarnas serta Brimob juga akan mengupayakan anjing pelacak agar proses pencarian, pertolongan dan evakuasi dapat lebih maksimal.
"Basarnas, TNI, Polri ini bekerja terus menerus. Bahkan unsur TNI, Polri ini ditambah terus. Ratusan personel Brimob ditambah anjing pelacak untuk membantu pasukan yang sudah ada," kata Suharyanto.
Menurut Suharyanto, kendala utama dalam proses pencarian, pertolongan dan evakuasi juga berasal dari faktor cuaca.
Dalam kurun waktu sepekan terakhir, kondisi cuaca di Pulau Serasan selalu turun hujan hampir sepanjang hari dengan intensitas ringan hingga tinggi. Kondisi tersebut tentunya tidak memungkinkan untuk dilakukan proses pencarian sehingga harus dihentikan sementara.
"Tetapi karena terkendala cuaca, hujan terus ini kadang-kadang dihentikan," kata Suharyanto.
Melihat kondisi lapangan seperti demikian, Suharyanto bersama Gubernur Kepulauan Riau telah sepakat akan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan BRIN, BMKG dan TNI untuk kemungkinan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Selain untuk meminimalisir dampak curah hujan, Suharyanto berharap nantinya dengan TMC dapat memperlancar proses pencarian, pertolongan dan evakuasi.
"BNPB bekerja sama dengan BMKG, BRIN dan TNI AU akan menggelar teknologi modifikasi cuaca di Pulau Serasan. Sehingga cuaca bisa terang dan pencarian bisa dilakukan," pungkas Suharyanto.
Adapun korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan ada sebanyak 15 orang.
Pada hari ini, Rabu (8/3) hingga pukul 15.00 WIB, tim satgas gabungan secara efektif berhasil menemukan kembali jasad korban. Penambahan temuan itu masih akan didata dan diidentifikasi lebih lanjut untuk kemudian dilaporkan sebagai data nasional.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program Sosial Pemprov Jakarta Harus Terus Diperbanyak
-
Pemerintah Perkuat Food Estate Kalteng, Hanif Faisol Terapkan Manajemen Risiko Lintas Sektor.
-
Oppo Bubble Selfie Kini Kompatibel dengan iPhone, Harganya Kisaran Segini!
-
Obsesi Argentina di Pedesaan Ceko: Rumah Penuh Hiasan Gambar Messi, Maradona, dan Warna Albiceleste
-
Pembekalan Siswa Baru dalam Menghadapi Era AI
-
BNPB Gelar Rakortek PB 2026, Dorong Penguatan Penanganan Bencana Nasional
-
Keselamatan Harus Jadi Prioritas, Kemenhub Perketat Pengawasan Layanan Bus AKAP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.