- Home
-
- Luar Negeri
-
- Rusia Prihatin Atas Bentro...
Rusia Prihatin Atas Bentrokan Maut di Nagorno-Karabakh
Selasa, 07 Mar 2023, 09:57 WIBTBILISI - Rusia menyatakan "keprihatinan serius" atas meningkatnya ketegangan di wilayah Nagorno-Karabakh, Senin (6/3). Lima orang tewas dalam baku tembak antara etnis Armenia dan pasukan Azerbaijan pada Minggu (5/3).
Azerbaijan mengatakan Rusia telah "memutarbalikkan fakta" dalam laporannya tentang insiden itu dan menyebut "munafik' terkait penjelasan Armenia tentang konfrontasi itu.
Mengutip Freshnewsasia, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukan Azerbaijan menembaki sebuah mobil yang membawa petugas penegak hukum setempat di wilayah tersebut. Dalam peristiwa itu, tiga orang tewas dan seorang lainnya terluka. Sebagai balasan, pejabat pro-Armenia yang membunuh dua tentara Azerbaijan, katanya.
Bentrokan maut itu terjadi tiga bulan setelah terjadi kebuntuan antara Baku dan Yerevan atas wilayah tersebut.
Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, tetapi sebagian besar wilayahnya dihuni oleh etnis Armenia.Kedua negara telah berperang dua kali dan terlibat bentrokan perbatasan selama 35 tahun terakhir.
Pada Desember, orang Azerbaijan yang mengaku sebagai aktivis lingkungan memulai blokade Koridor Lachin, satu-satunya jalan yang menghubungkan Armenia ke Nagorno-Karabakh.
Armenia mengatakan blokade itu telah menyebabkan kekurangan makanan dan obat-obatan, dan para pengunjuk rasa adalah agitator yang didukung pemerintah.Baku membantah klaim tersebut dan mengatakan para pengunjuk rasa berkampanye menentang penambangan ilegal Armenia.
Bentrokan yang baru terjadi dipandang sebagai ujian utama pengaruh Rusia di Kaukasus selatan saat mengobarkan perang di Ukraina.
Moskow mengerahkan ribuan penjaga perdamaian ke wilayah tersebut pada 2020 untuk mengakhiri enam minggu pertempuran yang menewaskan ribuan orang dan membuat Azerbaijan memperoleh keuntungan teritorial yang signifikan.
Rusia dan Armenia secara resmi bersekutu melalui pakta pertahanan bersama, tetapi Moskow juga berupaya menjaga hubungan baik dengan Azerbaijan.
"Kami mendesak para pihak untuk menahan diri dan mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan."Selama beberapa hari terakhir telah terjadi pelanggaran berulang terhadap rezim gencatan senjata."
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukan penjaga perdamaiannya telah turun tangan untuk menghentikan bentrokan itu dan sedang bekerja dengan pejabat Azerbaijan dan Armenia untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Insiden itu sekali lagi menegaskan kebutuhan penting bagi Baku dan Yerevan untuk melanjutkan negosiasi sesegera mungkin," tambah Zakharova.
Kementerian Pertahanan Azerbaijan menepis anggapan bahwa Rusia telah menawarkan bantuan selama pertengkaran itu. Pasukan Rusia telah mengevakuasi prajurit yang tewas dan terluka.
Azerbaijan mengulangi tuduhan bahwa Armenia melanggar perjanjian dengan secara rutin mengangkut ranjau dan senjata ke Nagorno-Karabakh.
"Untuk mencegah situasi serupa, kontingen penjaga perdamaian Rusia harus segera memenuhi tugasnya," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
San Antonio Spurs Taklukkan LA Clippers 119-115
-
Indonesia Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tentara UNIFIL Asal Prancis di Lebanon
-
BMKG NTB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem pada 10–14 Februari 2026
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Abon Tuna dan Ayam Karya UMKM Gorontalo, Hadir untuk Makan Bergizi Gratis
-
Pemprov DKI Akan Kembangkan Danau Cincin Jadi Tempat Menikmati Pemandangan Matahari Terbenam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.