Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulawesi Utara Rawan Gempa, BMKG Ungkap Penyebabnya

📅 Senin, 06 Mar 2023, 08:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sulawesi Utara Rawan Gempa, BMKG Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/BMKG
Ket. Titik gempa yang terjadi di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.

MANADO - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tiga lempeng tektonik yang menyebabkan Sulawesi Utara (Sulut) rawan gempa.

"Dari situasi dan kondisi tektonik di Sulut memang ada tiga lempeng laut," sebut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Hennry Mengko di Manado, Minggu (5/3).

Lempeng-lempeng laut tersebut, kata dia, ada yang namanya lempeng Laut Maluku yang letaknya berada di perairan laut antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara terus memanjang sampai ke Talaud.

Berikutnya, di utara Sulawesi ada lempeng Laut Sulawesi, sementara di timur laut Talaud sampai bagian utara Pulau Halmahera ada yang namanya lempeng laut Filipina.

"Itu kalau sumber ancaman gempa bumi dari laut di daerah subduksi atau tunjaman," ujarnya.

Sedangkan ancaman gempa bumi di darat, ada beberapa sesar atau patahan yang teridentifikasi seperti sesar Gorontalo, sesar Amurang, sesar Bolaang Mongondow dan sesar Airmadidi.

Hanya saja menurut Edward, keadaan sesar atau patahan tersebut belum bisa dinyatakan aktif atau tidak karena harus dilakukan kajian lebih lanjut.

"Jadi secara situasi atau tatanan tektonik kita berada di daerah rawan gempa. Ada prediksi atau teks video beredar akan terjadi gempa, namun yang bisa kami sampaikan bahwa gempa bumi belum bisa diprediksi," katanya.

Kalaupun ada kejadian gempa bumi, kata dia, karena kebetulan Sulut berada di daerah rawan gempa.

Dia menyebutkan, gempa besar yang terjadi tercatat magnitudo 7,1 di Talaud serta magnitudo 6,0 yang berada di Laut Maluku antara Sulut dan Maluku Utara.

"Kami berharap masyarakat tidak langsung percaya atas informasi-informasi yang beredar. Masyarakat bisa menghubungi BMKG Stasiun Geofisika, kami mempunyai saluran informasi, dan kami juga bisa memberikan klarifikasi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.