Depo BBM Pertamina Perlu Direlokasi

Senin, 06 Mar 2023, 08:18 WIB

JAKARTA - Depo BBM Pertamina Plumpang Jakarta Utara diminta untuk dipindahkan. Sebab, perkembangan kawasan pemukiman sulit terbendung, dan ini menjadi tren di kota-kota besar.

Pemindahan ke lokasi lain pun juga harus mempertimbangkan efisiensi, termasuk dalam operasionalnya. Di sisi lain, apabila depo BBM dipindahkan ke pelabuhan maka cost ke depannya akan lebih murah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta Fahmi Radi, mengakui jika bicara legalitas tanah, tentu itu merupakan lahan milik Pertamina. Namun, jika berpikir lebih luas lagi, apabila yang direlokasi warga sekitar bakal sangat kompleks.

"Kan Wapres Maruf sampaikan opsi Depo dipindahkan. Jadi, sekarang tinggal Pertamina saja dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin agar tak ada lagi kecelakaan seperti ini ke depannya," ungkapnya pada Koran Jakarta, Minggu (5/3).

Menurut Fahmi, opsi pemindahan Depo BBM Pertamina Plumpang itu sangat bisa dilakukan. Lokasi yang paling tepat di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sehingga nanti minyak itu cukup diangkut dengan kapal tanker saja tidak perlu lagi harus menggunakan pipa yang melewati pemukiman warga.

Lagi pula, lanjut Fahmi, apabila direlokasi ke dekat pelabuhan maka akan lebih menghemat biaya operasional ke depannya, karena tidak perlu berinvestasi lagi untuk pemasangan pipa. Jadi, minyak cukup diangkut dengan kapal tanker saja.

Dia menegaskan kecelakaan ini menandakan sistem standar keamanan infrastruktur BBM Pertamina jauh di bawah standar sistem keamanan internasional. "Karena sudah sering kali terjadi dan hampir tak ada perkembangan," tandasnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Nurhasan Zaidi, mengaku prihatin atas peristiwa ledakan depo Pertamina. Menurutnya, kebakaran depo dan kilang minyak milik Pertamina itu sejatinya bukan kejadian pertama.

"Dalam dua tahun terakhir saja paling sedikit lima musibah terjadi di depo maupun kilang minyak Pertamina. Idealnya, dalam industri perminyakan dan gas, harus sudah dipastikan Zero Accident, Standar Operasional Pengawasannya harus ketat dan tidak bisa ditawar untuk semua pihak, apalagi pernah kejadian di tempat tersebut," ujar Nurhasan.

Karena itu, dia mendesak Pertamina bertanggung jawab penuh atas kerugian yang ditanggung masyarakat, baik moril maupun materiil. Selanjutnya, dia juga mendesak Pertamina segera melakukan langkah preventif terhadap risiko susulan yang berpotensi diakibatkan oleh kebocoran pipa dan meledaknya pipa tersebut.

"Pertamina wajib menjaga stok ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat, karena kita tahu bahwa pipa BBM yang terbakar ini merupakan bagian dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang. TBBM Plumpang adalah salah satu terminal BBM terpenting di Indonesia, yang mensupply ketersedian BBM di Indonesia," tambah Politisi Fraksi PKS ini.

Nurhasan pun menyebut dia bersama rekan-rekan lain di Komisi VII DPR RI akan mengusulkan kepada pimpinan Komisi VII untuk membentuk Panja (Panitia kerja) investigasi terkait kasus ini.

Khusus untuk kejadian di TBBM Pertamina Plumpang, imbuh Nurhasan, dia akan segera mendesak pihak berwenang menginvestigasi secara menyeluruh.

Pasokan Aman

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan kegiatan operasional di terminal BBM ini sudah mulai beroperasi kembali semenjak status emergency sudah dicabut per pagi tadi.

"Dapat kami sampaikan fokus kami saat ini dua hal yang pertama yaitu fokus penanganan pada warga yang terdampak," ungkapnya saat menyampaikan update penanganan ledakan depo, Minggu (5/3).

Kedua lanjutnya, dapat dilihat bersama-sama bahwa kami memastikan bahwa pasokan BBM Aman.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.