Antisipasi Kemajuan Kecerdasan Buatan, Mensesneg Ajak Generasi Muda Peka Terhadap Kemajuan Zaman
Minggu, 05 Mar 2023, 22:56 WIBJakarta - Antisipasi kecerdasan buatan. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengajak generasi muda untuk peka terhadap kemajuan zaman mengingat revolusi industri 4.0 saat ini telah mengubah kehidupan manusia.
"Revolusi industri 4.0 telah mengubah banyak sekali lanskap kehidupan kita. Belakangan ini,Artificial Intelligencememberikan kontribusi perubahan yang luar biasa," kata Praktino saat membuka diskusi "The Future of Work and the Skills Needed for Indonesia's Growth", Sabtu (4/3).
Mengutip keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Minggu, Pratikno menambahkan bahwa kehadiran platform-platform AI tersebut membuat manusia harus melakukan banyak penyesuaian karena sangat mungkin mendisrupsi pekerjaan.
"Dunia dituntut untuk merancang sebuah tatanan baru,the post pandemic world, termasuk di antaranyapost pandemic government. Kita harus memperbaiki seluruh kerentanan kita di segala bidang," kata Pratikno yang juga merupakan guru besar ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bukan hanya di masalah kesehatan, namun arsitektur di sektor lain perlu dibangun, termasuk dunia akademik yang juga harus mendesain ulang metode pembelajarannya.
"Namun, semua tantangan pasti ada peluangnya, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang prediktif, antisipatif, cepat, dan tepat dalam menyongsong disrupsi," kata dia.
Selain itu, Pratikno juga menyebut adanya tantangan perubahan iklim yang semakin nyata di mana bencana hidro meteorologi sudah terasa seperti hujan ekstrem, potensi kekeringan ekstrem makin terasa.
"Itulah tantangan-tantangan baru yang menuntut kita terus adaptif di segala bidang, tapi di setiap tantangan juga ada peluang. Peluang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang antisipatif dan prediktif, cepat dan tepat menyongsong segala disrupsi," ujar dia.
Untuk mengantisipasi tantangan disrupsi, kata Pratikno, maka diperlukansoftskillsyang mumpuni. Menurut dia,sotfskillstidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
"Selain memperkuat substansi, sebaiknya perkuatsoftskillsyang sering saya sebutessential skillskarena kehadiran AI dalam proses kerja telah mengubahworkflow, makasoftskillsakan mengubah kolaborasi, komunikasi,problem solving, dan lain-lain.Softskillstidak bisa digantiplatformAI," kata Pratikno.
Keterbukaan pola pikir untuk lebih fleksibel denganhybrid knowledgejuga sangat diperlukan. Menguasai hanya satuskillsaja, menurut Pratikno, tidaklah cukup. Dia pun menekankan pentingnya memiliki pikiran yang terbuka, selalu beradaptasi denganskill-setbaru, dan siap untuk "learn, unlear dan re-learn".
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Kebakaran Hutan di Spanyol, Sebanyak 1.200 Warga Mengungsi
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
IHSG Hari Ini Menguat Seiring Momentum Musim Laporan Keuangan Semester I
-
Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan
-
Edukasi Budaya Keselamatan Penggunaan Gas Bumi bagi Warga Rusun Jakarta
-
FPCI: Indonesia Youth Democracy Forum Pacu Generasi Muda Miliki Rasa Kepemilikan terhadap Demokrasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.