Harga Mobil LCGC Naik, Masyarakat Dinilai Masih Mampu Beli
Sabtu, 04 Mar 2023, 13:26 WIBJAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa kenaikan harga kendaraan Low Cost Green Car(LCGC) atau Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) telah mempertimbangkan daya beli masyarakat.
"Hitung hitungan tersebut telah dikaji dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat secara kompresensif dan telah mendapatkan perkenan persetujuan Menteri untuk menaikkanceiling prize sebesar 5 persen," kata Koordinator Fungsi Industri Alat Transportasi Darat, Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Dodiet Prasetyo kepada Antara di Jakarta, Sabtu (4/3).
Dodiet menjelaskan, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah menyetujui dan mengumumkan kenaikan harga ceiling prize (harga batas atas) KBH2 atau LCGC sebesar 5 persen.
Sebagai ilustrasi, penetapan harga jual terakhir berdasarkan Permenperin 36 tahun 2021 adalah Rp135 juta.
Oleh karena itu, dengan adanya persetujuan Menperin tersebut maka perusahaan dapat menaikkan harga ceiling prize maksimal 5 persen dikali Rp135 juta, yakni sebesar Rp6,7 juta.
Adapun pertimbangan pemberian persetujuan kenaikan harga ini, antara lain terjadinya perubahan kondisi atau indikator ekonomi seperti harga bahan baku pembentuk mobil misalnya logam, karet, ongkos logistik, dan lainnya. Selain itu juga mempertimbangkan kondisi perekonomian seperti inflasi.
Namun demikian, Kemenperin menilai kenaikan ini tidak akan mempengaruhi penjualan secara signifikan.
Pihaknya optimis bahwa pasar otomotif, khususnya penjualan LCGC tetap akan meningkat seiring dengan inovasi fitur dan ubahan baru yang akan disematkan pada mobil-mobil tahun ini.
Lebih lanjut Dodiet mengungkapkan, segmen LCGC dinilai masih akan tetap prospektif terlebih dengan adanya investasi baru dari sejumlah pabrikan otomotif.
Ia menambahkan, pemerintah pun masih akan tetap mendorong LCGC untuk mendukung efisiensi bahan bakar dalam teknologi kendaraan tersebut guna mengurangi impor bahan bakar minyak.
"Prediksi kami bahwa produksi kendaraan KBH2 tetap akan meningkat, mengingat akan terdapat refreshment full model change kendaraan KBH2 yang dapat meningkatkan keberterimaannya oleh masyarakat," kata Analis Pembina Industri Ahli Madya Kemenperin tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Marunda, Perkuat Rantai Pasok Pelumas Dalam Negeri
-
Chelsea Ultimatum Manchester City: Bayar 2,5 Triliun Rupiah atau Lupakan Enzo Fernandez
-
Panen Perdana Melon Premium di Sleman, Tanah Kas Kalurahan Kini Hasilkan Nilai Ekonomi
-
Dua Warganya Tewas Ditembak KKB di Papua, Gubernur NTT Geram: Kalian Sangat Biadab!
-
Kunjungi PT Bogor Sari Nutrisi, Kemenperin Apresiasi Pengembangan IKM Binaan Yayasan Astra
-
Rancangan Umum Sementara Program 2027 Kota Bogor Dirilis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.