Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerja Sinergis, Kemenko PMK: Pencegahan Stunting Perlu Dioptimalkan Saat Kehamilan

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 01:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Sinergis, Kemenko PMK: Pencegahan Stunting Perlu Dioptimalkan Saat Kehamilan Doc: ANTARA/Wuryanti Puspitasari
Ket. Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenko PMK Agus Suprapto.

Jakarta - Kerja sinergis, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan upaya pencegahanstuntingperlu dioptimalkan saat masa kehamilan.

"Hal ini untuk mencegah bayi lahir dengan kondisi sudahstunting," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenko PMK Agus Suprapto dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Bahkan, kata Agus, intervensi pencegahanstuntingperlu dilakukan saat masa kehamilan guna memastikan ibu hamil tidak mengalami kondisi kekurangan gizi dan tidak mengalami anemia selama kehamilan.

Agus yang pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK itu menambahkan, intervensi pada masa kehamilan menjadi salah satu fokus pemerintah.

"Bahkan, pemerintah juga menggencarkan intervensi pencegahanstuntingpada remaja putri, guna memastikan remaja putri yang nantinya akan menikah dan menjadi calon ibu dapat memiliki kondisi kesehatan yang baik dan tidak mengalami anemia," katanya.

Menurut Agus, masalah anemia menjadi perhatian khusus dalam program pencegahan dan penangananstuntingkarena remaja putri yang mengalami anemia berpotensi menderita anemia saat masa kehamilan.

"Kemenko PMK mengingatkan bahwa mengoreksi anemia pada calon pengantin mendukung upaya pencegahanstunting, karena jika calon pengantin perempuan menderita anemia maka berpeluang menderita anemia saat hamil sehingga berisiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah dan meningkatkan risiko melahirkan bayistunting," katanya.

Agus mengatakan, pemerintah terus menggencarkan intervensi spesifik untuk mempercepat pencapaian target penurunan angkastuntingmenjadi 14 persen pada tahun 2024.

"Kemenko PMK terus mengingatkan bahwa upaya mempercepat pencapaian target penurunan angkastuntingini penting untuk mewujudkan generasi berkualitas, untuk mendukung pembangunan SDM di tanah air secara berkelanjutan," katanya.

Kemenko PMK bersama Kementerian Kesehatan dan instansi terkait lainnya terus berupaya mengintensifkan gerakan pemenuhan gizi keluarga terutama yang kaya protein hewani.

"Aksi bergizi menjadi salah satu program prioritas, program ini bertujuan untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat mengenai sederet manfaat baik gizi seimbang yang kaya akan protein hewani untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak," katanya.

Selain anak, ibu hamil juga menjadi sasaran utama untuk program pemenuhan gizi seimbang yang kaya akan protein hewani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Hasil Liga Europa: Bournemo...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.