Waspadai Kenaikan Harga Barang Global, Gubernur BoJ Peringatkan Risiko Stagnasi Sekuler Belum Berlalu

Selasa, 28 Feb 2023, 21:01 WIB

NEW YORK - Waspadai kenaikan harga barang global. Bank-bank sentral harus tetap waspada terhadap potensi bahaya stagnasi sekuler dan inflasi yang rendah karena kenaikan harga yang didorong oleh faktor tekanan biaya tidak berlangsung lama, kata Deputi Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Masazumi Wakatabe pada Senin (27/2/2023).

Perekonomian Jepang berada dalam deflasi untuk waktu yang lama, tetapi pelonggaran moneter yang berkelanjutan "tentu saja memiliki efek positif" pada ekonomi riil, kata Wakatabe, membela kebijakan moneter BoJ yang berkepanjangan dan sangat longgar.

"Rezim inflasi ringan belum berakhir, dan kita harus mengatakan bahwa potensi bahaya stagnasi sekuler dan Japanifikasi belum berlalu," katanya dalam pidato yang disampaikan di Universitas Columbia di New York.

"Japanifikasi" adalah konsep yang digunakan di kalangan akademisi yang menunjukkan pengalaman Jepang dengan periode stagnasi yang panjang disertai deflasi atau inflasi rendah dari akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Sementara inflasi baru-baru ini meningkat pesat di seluruh dunia, banyak faktor yang mendorong kenaikan harga didorong oleh biaya yang lebih tinggi seperti perang di Ukraina, kata Wakatabe.

"Ketika terjadiexogenous shock(kejutan dari faktor eksternal), ada penyesuaian dari sistem harga lama ke harga baru. Setelah penyesuaian, tingkat inflasi yang meningkat kemungkinan besar akan kembali ke tingkat inflasi kondisi mapan," katanya.

"Jadi poin pentingnya adalah bagaimana tingkat ini dipengaruhi. Tentu saja, mungkin faktor pendorong biaya akan tetap ada, tetapi apakah mereka akan mendorong tingkat inflasi kondisi mapan tidak pasti," kata Wakatabe, menambahkan bahwa "telah diketahui bahwa inflasi dorongan biaya tidak berlangsung lama.

Seorang mantan akademisi, Wakatabe dikenal sebagai pendukung pelonggaran moneter yang agresif. Masa jabatan lima tahunnya sebagai wakil gubernur BoJ berakhir pada Maret.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.