Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat di Tengah Aksi Ambil Untung

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Menguat di Tengah Aksi Ambil Untung Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023).

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Selasa (28/2), menguat di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.

Rupiah pada Selasa (28/2) pagi naik 43 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp15.227 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.270 per dolar AS.

"Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan menguat terhadap dolar AS, lebih karena profit taking setelah dolar AS naik cukup tajam pada hari-hari sebelumnya sambil menunggu data-data penting ekonomi AS," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dalam aksi profit taking, pelaku pasar merealisasikan keuntungan dari pelemahan dolar AS karena menurunnya yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Selain itu, pasar sedang menunggu data-data penting ekonomi AS seperti data inflasi Februari dan data tenaga kerja AS.

Sementara dari faktor internal, surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa turut menopang penguatan rupiah. Neraca perdagangan Indonesia 2022 mencetak rekor tertinggi dengan capaian surplus sebesar 54,46 miliar dolar AS.

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Desember 2022 sebesar 3,89 miliar dolar AS. Surplus terdiri atas perdagangan nonmigas sebesar 5,61 miliar dolar AS dan defisit perdagangan migas 1,73 miliar dolar AS. Surplus ini masih melanjutkan tren surplus bulanan ke-32 secara beruntun sejak Mei 2020.

Sedangkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2023 mencapai 139,4 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2022 sebesar 137,2 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Rully memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp15.250 per dolar AS sampai dengan Rp15.150 per dolar AS.

Pada Senin (27/2), rupiah ditutup melemah 42 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp15.270 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.228 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.