Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biaya Hidup Mahal, Banyak Orang Dewasa di Korea Selatan Terlilit Hutang

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 09:54 WIB | Oleh:
Biaya Hidup Mahal, Banyak Orang Dewasa di Korea Selatan Terlilit Hutang Doc: iStock
Ket. Ilustrasi.

Sedikitnya 1 dari 5 orang dewasa muda di Korea Selatan menderita hutang dalam jumlah besar akibat melonjaknya biaya hidup.

Menurut studi oleh Korea Institute for Health and Social Affairs yang dipublikasi pada Senin (27/2), lebih dari 21 persen pemilik rumah berusia antara 19 dan 39 tahun melihat rasio utang terhadap pendapatan mereka melebihi 300 persen pada tahun 2021. Ini artinya tingkat utang mereka lebih dari tiga kali pendapatan mereka.

Lembaga penelitian yang dikelola negara itu melaporkan bahwa proporsi anak muda dengan rasio utang di atas 300 persen terus meningkat sejak 2012, yang saat itu sekitar 8,4 persen.

Laporan yang sama seperti yang dikutip Korea Herald, menunjukkan bahwa rumah tangga yang terdiri dari dua orang, juga mereka yang memiliki anak, serta penduduk Seoul dengan tingkat pendapatan rendah lebih cenderung berhutang untuk membiayai hidup mereka.

Dalam pengukuran utang lainnya, lebih dari 25 persen rumah tangga muda menggunakan lebih dari 30 persen pendapatan mereka untuk melunasi utang.

Rasio tersebut mengalami peningkatan tajam dalam sembilan tahun terakhir dibandingkan dengan 15,7 persen pada tahun 2012.

Hal ini dapat membuat orang dewasa muda yang mengambil pinjaman untuk membeli rumah atau aset keuangan seperti saham atau mata uang kripto rentan terhadap pengetatan moneter negara.

Pasalnya diketahui, Bank of Korea telah menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi setelah perlambatan ekonomi.

"Perlambatan ekonomi yang berkepanjangan akan memicu penurunan nilai kepemilikan aset, atau peningkatan utang. Hal ini dapat membuat generasi muda terancam terpinggirkan, mengancam akan menciptakan tong mesiu ekonomi dan membayangi prospek ekonomi pemulihan ekonomi," kata Kwak Yoon-kyung, seorang peneliti yang memimpin penelitian tersebut.

Tak hanya itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa rata-rata utang tahunan orang dewasa muda ini meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode yang disebutkan.

Korea Institute for Health and Social Affairs mencatat jumlah utang orang dewasa muda di Korea Selatan meningkat menjadi 84,5 juta won pada tahun 2021 dari yang sebelumnya berkisar di angka 34 juta won pada tahun 2012.

Resesi Seks

Biaya hidup generasi muda yang lebih tinggi dianggap sebagai salah satu penyebab di balik tingkat kesuburan yang rendah di Korea Selatan.

Sekitar 20 persen populasi Korea Selatan diproyeksikan berusia 65 tahun atau lebih pada tahun 2025. Pada saat yang sama, tingkat kesuburan menurun tajam, memecahkan rekornya untuk tingkat kesuburan terendah di dunia dengan angka 0,78 untuk tahun 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

23 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Inggris Mengamuk, Kroasia D...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.