Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjadinya Penganiayaan oleh Anak Muda, Fenomena Kerapuhan Keluarga di Indonesia

📅 Senin, 27 Feb 2023, 21:48 WIB | Oleh:
Terjadinya Penganiayaan oleh Anak Muda, Fenomena Kerapuhan Keluarga di Indonesia Doc: Istimewa

YOGYAKARTA - Ketua Majelis Tabligh, Fathurrahman Kamal mengatakan bahwa ada tantangan atau persoalan besar tentang kerapuhan di keluarga Indonesia.

Di hadapan dunia yang sulit ditebak, generasi muda muslim Indonesia juga turut mengalami degradasi. Mengutip beberapa sumber, Fathur mengatakan bahwa mereka menjadi generasi stroberi yang lemah mental, berfikirnya dan juga fisiknya. Bukan hanya itu, kekinian tidak sedikit anak-anak muda memiliki sakit sebagaimana yang lumrah dimiliki orang tua dikarenakan pola konsumsi yang tidak sehat.

Pada kesempatan ini, Fathur menyitir fenomena yang sedang viral tentang anak seorang pejabat yang berebut pacar lalu melakukan penganiayaan, menyebabkan korban tidak sadarkan diri dan sampai sekarang masih dirawat intensif. Menurutnya, ini bukan tentang vitalitas nya, tetapi tentang perubahan yang besar dan mendasar yang diantaranya disebabkan oleh pesatnya media digital.

Pesatnya media digital menerabas bilik-bilik keluarga Indonesia, menyebabkan anak-anak lepas dari bimbingan orang tua. Fathurrahman bersyukur karena banyak keluarga Muhammadiyah yang menitipkan anak-anaknya di pondok pesantren. "Mereka hidupnya terkontrol 24 jam. Maka saya katakan orang tua yang ingin aman pendidikan anaknya ada alternatif pondok pesantren," ucapnya dikutip dari rilis PP Muhammadiyah kemarin.

Pengajian Muhammadiyah yang Ramah Anak

Tidak hanya itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini juga menghimbau kepada penyelenggaraan Tabligh Akbar atau acara-acara keagamaan lain yang diikuti oleh ibu-ibu, supaya disediakan ruang laktasi atau ruang bagi ibu-ibu yang memiliki balita untuk menyusui. Hal itu dilakukan supaya stigma negatif yang menyebut ibu-ibu aktif pengajian anaknya bisa mengidap stunting tidak terulang lagi.

Pengajian atau kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya tidak boleh menjadi alasan meninggalkan kewajiban sebagai orang tua, termasuk merawat dan menumbuh-kembangkan anak menjadi salih dan kuat. "Besok kalau pengajian gini ada mama-mama muda, siapkan satu kelas untuk fasilitas menyusui. Karena kita ingin memastikan kepada Ibunda kita bahwa Pengajian di Gombong baik-baik saja, tidak ada orang stunting, tidak ada orang terlantar." Tutur Fathur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.