Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BUMN Perlu Pacu Kapasitas Modal

📅 Senin, 27 Feb 2023, 08:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BUMN Perlu Pacu Kapasitas Modal Doc: Istimewa
Ket. Wakil Menteri BUMN I Paha­la Mansyuri

JAKARTA - Perusahaan yang bergerak di sektor pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didorong untuk meningkatkan kapasitas terutama permodalan. Hal tiu diharapkan dapat mendukung upaya eksplorasi berbagai potensi energi berkelanjutan di masa mendatang.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansyuri, dalam acara pencatatan saham perdana (listing) anak perusahaan Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan pihaknya akan terus mendorong perusahaan-perusahaan BUMN yang potensial terutama di sektor energi agar lebih transparan, sehingga kapasitasnya makin meningkat. "PGE misalnya dari hasil asasment kami merupakan perusahaan energi dengan Ebitda margin terbaik untuk saat ini yaitu sebesar 244 juta dollar AS, mendekati 70 persen," kata Pahala.

Secara fundamental, perusahaan dengan kode perdagangan PGEO itu hingga kuartal III-2022 mencatat laba bersih 111,43 juta dollar AS yang dikontribusikan dari pendapatan sebesar 287,39 juta dollar AS. "Kalau kita lihat selama ini total pendapatan PGE itu setiap tahun meningkat 5 hingga 10 persen," kata Pahala.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan aksi korporasi PGE sebagai bentuk dukungan Pertamina sebagai holding untuk meningkatkan ketersediaan energi baru terbarukan.

Dia pun berharap, investor publik mendukung aksi korporasi PGE dengan membeli saham sebagai wujud kepedulian pada transisi ke energi terbarukan.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto menambahkan bahwa pelepasan saham perdana untuk mendukung rencana perseroan mengembangkan kapasitas terpasang perseroan sebesar 600 megawatt (MW) hingga 2027.

"Kami menargetkan meningkatkan kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri dari 672 MW saat ini menjadi 1.272 MW pada 2027. Selain itu, kami berambisi mengembangkan seluruh value chain sumber daya panas bumi di Indonesia," katanya.

Beri Insentif

Secara terpisah, Kepala Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Tata Mustasya mengatakan perusahaan di sektor energi bersih harus membangun kapasitas untuk menangkap peluang dari transisi energi yang sedang berlangsung secara global.

"Tanpa kesiapan dunia usaha, pengembangan energi terbarukan sebagai solusi krisis iklim, ketahanan energi, dan akses energi yang inklusif bakal sulit berjalan," jelas Tata.

Selain itu, pemerintah juga harus konsisten memberikan insentif bagi energi bersih dan terbarukan dan disinsentif bagi energi fosil terutama batu bara yang menghambat perkembangan EBT selama ini.

"Dunia usaha butuh konsistensi dari regulator terutama kepastian hukum dan jaminan usaha. Kalau berubah-ubah, maka target NZE pada 2060 bakal sulit dicapai," katanya.

Pengamat Energi Terbarukan, Surya Darma menambahkan pengusahaan energi terbarukan memiliki karakteristik yang tidak semuanya sama dengan energi fosil secara umum. Energi terbarukan sangat bervariasi dalam enam klaster yang berbeda-beda. Antara energi hidro, tentu saja berbeda dengan panas bumi. Berbeda juga dengan solar PV, energi angin, bioenergi dan energi laut.

"Karena itu, setiap klaster memiliki kapasitas tersendiri yang harus digeluti dan dipahami. Karena itu, setiap perusahaan yang bergerak di energi terbarukan, juga harus memiliki kapasitas dan kapasitas masing-masing yang berbeda-beda," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.