Buka Lapangan Kerja, Hilirisasi Harus Berkelanjutan

Senin, 27 Feb 2023, 00:04 WIB

» Pemimpin ke depan harus fokus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar lapangan kerja makin terbuka.

» Daerah yang gencar melakukan hilirisasi seperti Sulawesi Utara dan Maluku Utara pertumbuhannya melesat.

Ket. Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) di Sema­rang, Jawa Tengah, Minggu (26/2), me­ngatakan Indonesia tidak boleh berbelok lagi dari keputusan hilirisasi. Meskipun risikonya Indonesia bisa saja dimusuhi negara-negara lain, ekspor bahan men­tah di segala bidang harus dihentikan. — Sumber: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemimpin Indonesia berikutnya yang terpilih melalui Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang harus berani meneruskan program hilirisasi di segala sektor guna kemajuan Indonesia. Pentingnya hilirisasi selain memberi nilai tambah pada penerimaan negara, juga akan membuka 10,5 juta lapangan kerja.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/2), mengatakan Indonesia tidak boleh berbelok lagi dari keputusan hilirisasi. Meskipun risikonya Indonesia bisa saja dimusuhi negara-negara lain, ekspor bahan mentah di segala bidang harus dihentikan.

"Apa pun risikonya, pemimpin Indonesia berikutnya harus berani dan tetap hilirisasi ini diteruskan, karena membuka lapangan kerja 10,5 juta," kata Presiden.

Indonesia, kata Jokowi, telah menghentikan ekspor bahan mentah nikel sejak 2020, yang menuai gugatan dari negara-negara Uni Eropa dan diadukan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Meski kalah dalam gugatan, Jokowi menegaskan Indonesia tidak boleh mundur.

"Kalau kita kalah kemudian kita ragu untuk berbelok lagi ekspor bahan mentah, sampai kapan pun negara ini tidak akan menjadi negara maju. Itu selalu saya ulang-ulang kepada menteri. Ya kita kalah, tapi terus maju. Usahanya apa? Ya banding. Nggak tahu nanti kalau banding lagi kalah, apakah ada banding lagi, diberi kesempatan ya banding lagi," tegas Kepala Negara.

Pengamat Pertanian, Said Abdullah, yang diminta pendapatnya mendukung harapan Presiden Jokowi agar program hilirisasi yang sudah dicanangkan saat ini diteruskan oleh penerusnya kelak. Bahkan, pemimpin berikutnya harus memperluas tidak hanya sebatas pertambangan, tetapi juga ke sektor lain seperti pertanian dan perikanan.

"Selama ini di sektor pertanian kita hanya menyediakan raw material. Di perkebunan misalnya, kakao dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Hilirisasi produk masih lemah. Maka tidak heran kalau nilai tambah produk rendah dan berdampak pada tingkat pendapatan petani juga rendah," ungkap Said.

Dengan meningkatkan nilai tambah produk maka pada akhirnya pendapatan petani dan putaran ekonomi dari sektor pertanian lebih besar. "Semoga pemimpin ke depan fokus mendorong hilirisasi sektor pertanian dan lapangan kerja makin terbuka," kata Said.

Dia mengakui investasi di sektor pertanian cenderung meningkat, namun sebagian di sektor perkebunan terutama kelapa sawit dan di sisi onfarm, sementara di sektor pengolahan belum terlalu besar.

Pengembangan industri pengolahan, jelasnya, bisa dimulai pada skala kecil, menengah, dan besar. Usaha pengolahan produk pertanian skala kecil dan menengah dikoneksikan dengan industri berskala besar.

Tumbuh Pesat

Senada dengan Said, pengamat energi terbarukan, Surya Darma, berharap siapa pun pemimpin ke depan harus konsisten dengan program hilirisasi karena memberikan nilai tambah untuk negara dan rakyat dibandingkan dengan program ekspor bahan ekstraktif yang nilai tambahnya dinikmati negara pengimpor.

"Dengan hilirisasi, jelas ada value creation yang meningkatkan pendapatan, tetapi juga dapat meningkatkan kesempatan usaha, kesempatan kerja, dan nilai produk. Di era ekonomi hijau saat ini, maka produk mineral kritis yang dimiliki Indonesia tentu saja akan memiliki nilai tambah yang berlipat-lipat karena kenaikan permintaan material komoditasnya semakin naik sejalan dengan kebutuhan dunia yang sedang melaksanakan transisi energi," ungkap Surya.

Pada kesempatan lain, pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan data menunjukkan daerah-daerah yang saat ini gencar melakukan hilirisasi, seperti Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pertumbuhannya melesat sangat tinggi. Hal itu menjadi bukti tak terbantahkan bagi semua pemimpin Indonesia untuk terus melanjutkan hilirisasi yang sudah dimulai oleh Presiden Jokowi.

"Tidak ada gunanya setelah presiden baru kembali menjual bahan mentah tadi. Secara normatif, presiden baru melanjutkan yang baik memperbaiki yang kurang. Artinya, tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan hilirisasi. Itu seluruh dunia juga begitu," kata Susilo.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.