Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kehadiran UU PPRT Dapat Perkuat Citra Indonesia

📅 Selasa, 21 Feb 2023, 22:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kehadiran UU PPRT Dapat Perkuat Citra Indonesia Doc: antara
Ket. Anggota Komnas Perempuan Theresia Iswarini pada diskusi forum legislasi dengan tema "RUU PPRT, Komitmen DPR dan Pemerintah Lindungi Pekerja Rumah Tangga" secara daring sebagaimana dipantau di Jakarta, Selasa (22/2/2023).

Jakarta - Anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Theresia Iswarini mengatakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) menjadi undang-undang akan memperkuat citra Indonesia di mata internasional dalam perlindungan pekerja rumah tangga (PRT).

Hal tersebut disampaikan Theresiapada diskusi forum legislasi dengan tema "RUU PPRT, Komitmen DPR dan Pemerintah Lindungi Pekerja Rumah Tangga" secara daring sebagaimana dipantau di Jakarta, Selasa.

"Untuk lebih memperkuat citra Indonesia di mata internasional, dan memberikan kepastian juga bagi perlindungan para PRT migran kita di luar negeri, mungkin sekarang saatnya bagi pemerintah Indonesia, bagi DPR RI, Ibu Puan Maharani, untuk memastikan RUU PPRT ini segera disahkan," kata Theresia.

Ia juga menyebut RUU PPRT memiliki urgensi disahkan menjadi undang-undang guna memberikan dukungan sekaligus melindungi kaum perempuan yang banyak bekerja di ranah kerja domestik dengan kekerasan.

"Upaya untuk mendukung perempuan lainnya bebas dari kekerasan, ada dalam perlindungan, dan tetap sejahtera," ucapnya.

Di samping itu, ia juga menilai RUU PPRT krusial disahkan menjadi undang-undang karena menjadi upaya dalam membebaskan anak-anak perempuan Indonesia dari kekerasan.

Berdasarkan catatan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ia mengatakan anak-anak perempuan sudah masuk ke dalam ruang-ruang pekerja rumah tangga.

"Akan membantu sekali anak-anak perempuan Indonesia itu keluar dari situasi perdagangan misalnya, ataupun juga situasi-situasi yang akan menyebabkan mereka kehilangan hak atas pendidikan dan hak asasi hidup yang lebih baik di masa depan," ujarnya.

Ia juga menyebut dalam kerangkaConvention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), keberadaan payung hukum untuk melindungi pekerja rumah tangga Indonesia terus dipertanyakan.

"Ini jadi isu yang terus menerus ditanyakan, bagaimana komitmen Pemerintah Indonesia memastikan perlindungan bagi PRT kita?" ujarnya.

Theresia berharap RUU PPRT dapat segera disahkan menjadi undang-undang lantaran sudah 19 tahun RUU tersebut mulai diajukan ke DPR RI. Ia mengingatkan penundaan pengesahan RUU PPRT dapat berakibat pada terus berjatuhannya korban di sektor domestik.

"Satu orang perempuan PRT yang mendapatkan penyiksaan dan kekerasan itu adalah angka juga yang harus dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan karena mereka adalah manusia," kata Theresi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kualitas Udara Pontianak Ca...
Nasional
Perkuat Peran Posyandu untu...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

38 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.