PLTA dengan Kapasitas 1.375 MW di Kaltara Segera Dibangun
Kamis, 16 Feb 2023, 00:03 WIBBULUNGAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meletakkan batu pertama pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) pada 27 Februari 2023. PLTA ini diproyeksikan berkapasitas 1.375 megawatt (MW).
"Insya Allah, pada 27 Februari ini Presiden Jokowi akan ke Kaltara melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTA Sungai Mentarang. Mudah-mudahan Presiden tidak ada agenda lain," kata Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, di Tanjung Selor, Bulungan, Rabu (15/2).
Seperti dikutip dari Antara, PLTA Mentarang yang masuk sebagai PSN sebagaimana ditetapkan dalam Permenko Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional, ditandatangani Menko Ekonomi Airlangga Hartarto, pada 22 Desember 2022.
PLTA Mentarang Saat ini tengah proses penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Rancangan proyek PLTA ini telah dipaparkan ke Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PDLUK KLHK). Pemaparan pada September 2022 itu juga dihadiri Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, dan Wagub Yansen TP.
Jadi Lumbung Energi
Gubernur menyebut PLTA itu diprediksi menjadi lumbung energi terbarukan dan sangat dinantikan. Kehadirannya dapat memasok kebutuhan listrik masyarakat serta menghidupkan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan yang juga termasuk salah satu PSN di Tanah Air.
"Saya inginkan proses pengerjaan Amdal ini dapat segera diselesaikan sehingga pengerjaan PLTA Mentarang Induk ini segera dimulai," ujarnya.
Dijelaskan Gubernur, Amdal merupakan salah satu dokumen penting untuk menentukan suatu keputusan. Amdal ini merupakan modal dasar pemberian izin untuk usaha selanjutnya, sehingga pengerjaannya harus sesuai aturan agar tidak menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan sosial.
Terkait PSN ini sebelumnya Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo, menyebutkan sebanyak 11 juta orang sudah mendapatkan lapangan pekerjaan dari PSN sejak 2016 hingga kini.
"Jumlah ini, baik sifatnya langsung (direct), tidak langsung (indirect), dan terimbas (induced)," tutur Wahyu.
Sampai 2024, lanjutnya, PSN masih tetap menciptakan lapangan pekerjaan karena ada beberapa proyek yang masih dalam konstruksi, proses transaksi, serta masih dalam persiapan.
Adapun perkiraan total penyerapan lapangan kerja PSN secara langsung berdasarkan estimasi penyerapan investasi adalah sebanyak 1,95 juta orang selama empat tahun, yakni pada 2020-2024.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Prancis akan Meningkatkan Jumlah Hulu Ledak Nuklirnya
-
Kemiskinan Jadi PR Besar, Tahun Ini Pemerintah Pasang Fokus Utama
-
Pesantren Sidoarjo Ambruk: Khofifah Konfirmasi Tiga Santri Meninggal Dunia
-
Phishing Berkedok Akademik, Data Pribadi Jadi Incaran
-
Akselerasi Program 3 Juta Rumah, Mendagri Minta Pemda Percepat Penerbitan PBG dan BPHTB
-
El Nino Ancam Produksi Pangan Nasional
-
Bikin Sulit Rakyat! Gas Bersubsidi Dioplos di Tanjung Priok, Lima Pelaku Ditangkap
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.