Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Punya! Puspaga Jadi Penilaian Surabaya Menuju Kota Layak Anak Dunia

📅 Rabu, 15 Feb 2023, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Punya! Puspaga Jadi Penilaian Surabaya Menuju Kota Layak Anak Dunia Doc: istimewa
Ket. Sejumlah anak sedang bermain di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Surabaya, Selasa (14/2/2023).

Surabaya - Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) menjadi salah satu penilaian Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nation Childrens Fund(Unicef) untuk Kota Surabaya, Jatim, agar mendapat predikat Kota Layak Anak Tingkat dunia.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Rabu (15/2) mengatakanUnicef menilai bahwa berbagi layanan fasilitas yang dibuat oleh Pemkot Surabaya pantas mendapat predikat Kota Layak Anak Tingkat dunia.

"Alhamdulillah, salah satu layanan fasilitas itu adalah Puspaga," kata Rini.

Rini mengatakan, untuk mendukung terciptanya kota ramah anak, pihaknya terus memberikan penguatan kepada keluarga melalui layanan Puspaga.

"Kami terus berbenah agar Surabaya bisa mempertahankan Kota Layak Anak, salah satunya kami mengadakan talkshow mengenai Family Strength atau ketahanan keluarga. Karena PKK ada 10 program yang hampir semuanya adalah ketahanan keluarga," kata Rini.

Oleh sebab itu, kata dia, melalui layanan fasilitas Puspaga, para orang tua bisa berkonsultasi mengenai pola asuh kepada anak.

"Monggo semua orang tua di Surabaya, kami memiliki layanan gratis. Jangan malu datang ke Puspaga untuk berkonsultasi karena tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya," kata dia.

Kepala Kantor Unicef untuk Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara saat kunjungannya ke Surabaya pada Selasa (14/2) mengatakan, pihaknya merespons baik surat dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Desember 2022 lalu yang menginginkan Surabaya ingin menjadi bagian dari jaringan globalChild Friendly Cities Initiatives(CFCI) dalam mengikuti penilaian Kota Layak Anak Tingkat Dunia.

Arie menilai bahwa Kota Surabaya pantas menjadi Kota Layak Anak Tingkat Dunia yakni terus melibatkan partisipasi anak-anak, salah satunya telah diterbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota kepada kelurahan untuk mengajak anak-anak ikut memberikan pendapat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Surabaya.

"Mereka memiliki argumen yang kuat sebagai bagian pembuat kebijakan. Kemajuan Kota Surabaya yang tercatat sebagai indikator, jauh lebih besar dan kompatibel dengan negara yang memiliki kota maju lainnya. Jadi Surabaya jangan melihat Indonesia sebagai barometer, tetapi dunia yang sebagai barometer," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.