Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Ada Istilah Terlambat! Keberhasilan 'Food Estate' Baru Dapat Dirasakan tahun 2027

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 17:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tidak Ada Istilah Terlambat! Keberhasilan 'Food Estate' Baru Dapat Dirasakan tahun 2027 Doc: istimewa
Ket. Lahan pertanian di kawasan food estate hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara

Surabaya - Pengamat pertanian dari Universitas Brawijaya Malang, Dr Sujarwo mengatakan keberhasilan program food estatebaru dapat dirasakan pada tahun 2027 mendatang.

Menurut Sujarwo,food estatemerupakan pekerjaan yang membutuhkan banyak hal penting, seperti kejelasanownershipatau kepemilikan lahan, sumber daya manusia yang memadai, pasar (market) yang menjadi unit bisnis secara profesional, berkelanjutan serta bertujuan menyejahterakan para petani.

"Idealnya kepemilikan kolektif dengan prinsip dasar pengelolaan seperti misalnya, koperasi modern yang dulu diidam-idamkan Bung Hatta, yaitu karakter ekonomi kolektif dengan asas kekeluargaan. SDM yang menopang unit bisnisnya pun harus profesional berkelanjutan," kata Sujarwo dalam keterangannya, Selasa (14/2).

Sujarwo pun menjelaskan jika syarat-syarat tadi berjalan dengan baik, dan dilakukan secara bertahap, maka programfood estateakan dapat melaksanakan tujuan awal yang dikehendaki sebagai lumbung pangan nasional.

"Kekuatanfood estatediharapkan meningkatkan kesinambungan pembangunan pertanian dalam jangka panjang dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan bangsa. Diharapkan tahun 2027 muncul kekuatan ekonomi modern kerakyatan berbasis pertanian yang memiliki kapasitas adopsi teknologi dan efisiensi," ujarnya.

Program ini pun, menurut Sujarwo, dapat menjadi exit strategi untuk menghasilkan pembangunan pertanian yang meningkatkan kesejahteraan petani dan menguatkan fundamental ekonomi bangsa melalui kekuatan rakyat dan investasi.

Sujarwo juga menyoroti bahwafood estatesaat ini masih sangat bergantung padasupportpendanaan pemerintah, sehingga program ini cenderung sebagai induksi program/kebijakan yang mencoba mengungkit kesadaran untuk menguatkan skala ekonomi dan hilirisasi.

Namun, ia merasakan adanya kesepian kontribusi petani dalam menopang berdirinyafood estateini.

"Food estate harus dinilai dari siapa yang memiliki kesadaran tinggi untuk berlembaga dan motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani makmur,food estatesubur. Artinya, sumber daya para petani harus dibenahi untuk dapat menopangfood estateitu sendiri," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.