Pengoplosan Beras Ganggu Intervensi Pasar

Senin, 13 Feb 2023, 08:22 WIB

JAKARTA - Satuan tugas (Satgas) pangan berhasil menangkap pengoplos beras Bulog pada akhir pekan lalu. Penangkapan itu buntut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bulog di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, pekan lalu.

Ulah para tersangka menyebabkan intervensi pasar (operasi pasar) yang dilakukan terhambat. Ada tujuh tersangka yang berhasil diringkus aparat. Mereka melakukan tindak pidana perlindungan konsumen dan persaingan dagang yang melakukan penyimpangan distribusi beras Bulog di wilayah hukum Polda Banten.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

"Apa yang saya sampaikan pekan lalu terbukti hari ini, dan saya yakin hal ini akan diurus oleh Kepolisian tentang siapa dalangnya dan siapa saja yang terlibat dalam kasus ini," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam konferensi pers di Polda Banten, Jumat (10/2).

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto menyebut ada enam modus dari para tersangka yaitu repacking beras Bulog menjadi beras premium dengan berbagai merek, mengoplos beras Bulog dengan beras lokal, menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET) memanipulasi DO dari distributor maupun mitra Bulog, masuk ke tempat penggilingan padi seolah-olah merek sendiri dan memonopoli sistem dagang.

"Kami menurunkan satgas pangan yang langsung bergerak cepat dengan mengungkap kasus tindak pidana perlindungan konsumen dan persaingan dagang dengan cara mengemas ulang beras Bulog menjadi kemasan merek lain," kata Didik.

Dalam perkara yang diungkap satgas pangan Polda Banten ini juga dipamerkan barang bukti sebanyak 350 ton beras Bulog yang berhasil ditangkap baik yang sudah di-repacking maupun yang belum.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA) mendukung penindakan tegas terhadap para pedagang atau distributor yang menyalahgunakan beras Bulog. Pasalnya, beras Bulog tersebut didistribusikan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen, bukan untuk dimanfaatkan demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, berharap pengawasan lebih masif lagi untuk memastikan agar beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) benar-benar dapat dijangkau masyarakat dengan harga sesuai HET.

"Berkali-kali sudah kita tegaskan beras yang digelontorkan Bulog ke pasar tersebut tujuannya untuk stabilisasi pasokan dan harga di tingkat konsumen. Harganya sudah kita patok dengan jelas, untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi harga di gudang Bulog 8.300 rupiah per kilo gram (kg) di Pasar induk atau pasar besar 8.900 rupiah per kg, dan di pasar kecil atau pedagang lainnya 9.450 rupiah per kg," paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Arief mengatakan apabila ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan dari pendistribusian beras Bulog tersebut dengan menjual beras di atas HET maka tindakan itu sudah masuk ranah pelanggaran hukum.

"Distributor atau pedagang yang menjual beras Bulog di luar ketentuan harga tersebut masuk ke dalam pelanggaran hukum. Apa yang dilakukan teman-teman Satgas Pangan dengan melakukan penangkapan saya kira sudah tepat agar memberikan efek jera," tuturnya.

Masifkan Pengawasan

Dia menambahkan, Bapanas melalui Bulog saat ini terus melakukan penggelontoran beras supaya harga beras turun. Namun, penyelewengan semacam ini mengakibatkan intervensi jadi terhambat.

Arief menjelaskan, SPHP atau operasi pasar beras tersebut akan terus dilakukan sepanjang tahun terutama menjelang panen raya yang jatuh pada akhir Februari, Maret, dan April ini.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.